Ketahui Gejala dan Tanda Perempuan Alami Hamil Anggur

Risna Halidi

Jum'at, 05 Februari 2021 | 11:32 WIB
Ketahui Gejala dan Tanda Perempuan Alami Hamil Anggur
Ilustrasi hamil anggur (Dok. Elements Envato)

Suara.com - Hamil anggur telah menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan yang tengah mengandung. Hamil anggur sendiri dikenal dengan istilah kehamilan mola atau mola hidatidosa.

Kehamilan mola merupakan komplikasi masa kehamilan yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal trofoblas, sel yang berkembang menjadi plasenta. Kehamilan ini pada akhirnya, menyebabkan janin pada kandungan tidak berkembang sempurna.

Dikutip dari Mayo Clinic, kehamilan mola dibagi menjadi dua yaitu kehamilan mola lengkap dan kehamilan mola parsial.

Kehamilan mola lengkap terjadi saat jaringan plasenta tidak normal dan membengkak, seperti kista yang berisi cairan. Hal ini yang menyebabkan jaringan pada janin tidak berkembang.

Ilustrasi; Kehamilan mola

Sedangkan kehamilan mola parsial, terjadi saat tumbuhnya jaringan plasenta normal dan abnormal secara bersamaan. Oleh karena itu, janin tidak mampu bertahan hidup dan biasanya mengalami keguguran di awal kehamilan.

Kehamilan mola ini tampak normal pada awalnya, tetapi pertumbuhan janin di dalamnya tidak berkembang.

Masih dikutip dari Mayo Clinic, terdapat gejala-gejala tertentu yang bisa menandakan seseorang mengalami kehamilan mola, di antaranya:

  • Perdarahan vagina berwarna coklat tua sampai merah cerah selama trimester pertama
  • Mual dan muntah yang parah
  • Terkadang kista mirip grapel melalui vagina
  • Tekanan atau nyeri panggul

Tanda-tanda di atas biasanya diikuti dengan gejala lain saat melakukan pemeriksaan ke dokter. Gejala-gejala tersebut sepert:

  • Pertumbuhan rahim yang cepat (kehamilan cepat membesar)
  • Tekanan darah tinggi
  • Preeklamsia, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan
  • Kista ovarium
  • Anemia
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

Kehamilan mola pada seseorang biasanya disebabkan oleh pembuahan sel telur secara tidak normal.

baca juga

Biasanya sel manusia mengandung 23 pasang kromosom yang berasal dari ayah dan ibu. Namun, pemberian kromosom ini tidak berjalan dengan baik, sehingga mengalami gangguan saat hamil.

Pada kehamilan mola lengkap, sel telur akan dibuahi oleh satu atau dua sperma ayah. Sementara, kromosom dari sel telur ibu hilang dan tidak aktif. Oleh karena itu pada janin hanya terdapat kromosom ayah sehingga tidak berkembang.

Pada kehamilan mola parsial, kromosom terdiri dari ibu dan dua set dari ayah. Hal ini menyebabkan embrio memiliki kromosom berlebih yaitu 69 yang seharusnya 46. Oleh karena itu, pembuahan ini menghasilkan salinan materi genetik ayah.

Seseorang yang telah mengalami kehamilan mola, setelah diangkat, terdapat kemungkinan jaringan mola tetap ada dan tumbuh. Hal ini disebut neoplasia trofoblas gestasional persisten (GTN).

Biasanya, kondisi ini terjadi sekitar 15 hingga 20 persen pada kehamila mola lengkap, dan 5 persen kehamilan mola parsial

Saat ibu mengalaminya, dokter menyarankan menunggu enam bulan hingga satu tahun untuk melakukan program kehamilan kembali. Hal ini untuk mencegah tumbuhnya kembali jaringan molar pada masa kehamilan. (Penulis: Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasutri Diminta Tunda Kehamilan saat Pandemi, Ternyata Ini Penyebabnya

Pasutri Diminta Tunda Kehamilan saat Pandemi, Ternyata Ini Penyebabnya

Jabar | Rabu, 03 Februari 2021 | 14:10 WIB

Zaskia Sungkar Sering Buang Air Kecil saat Hamil, Normalkah?

Zaskia Sungkar Sering Buang Air Kecil saat Hamil, Normalkah?

Health | Selasa, 02 Februari 2021 | 13:58 WIB

Studi: Alami Darah Tinggi Usai Melahirkan Berisiko Kena Hipertensi Kronis

Studi: Alami Darah Tinggi Usai Melahirkan Berisiko Kena Hipertensi Kronis

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 10:59 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×