Doyan Makanan Kekinian, ini Tips Bagi Anak Muda Untuk Kontrol Gula Darah

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 17:10 WIB
Doyan Makanan Kekinian, ini Tips Bagi Anak Muda Untuk Kontrol Gula Darah
Ilustrasi Boba atau Minuman Kekinian . (Unsplash @rosalindchang)

Suara.com - Banyaknya berbagai makanan yang tersedia saat ini membuat asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh terdiri dari berbagai macam. Padahal, terdapat beberapa bahan yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, salah satunya gula.

Masa pandemi membuat seseorang harus menjaga imunitas di dalam tubuhnya. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan tubuh berbagai nutrisi seperti vitamin C.

Gula, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menghalangi masuknya vitamin C ke dalam sel tubuh. Hal ini membuat nutrisi yang masuk tidak diserap dengan baik dan memengaruhi imunitas di dalam tubuh.

Salah satu pengonsumsi gula terbanyak, terjadi pada anak muda.  Padahal berdasarkan data, batas konsumsi gula agar terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM) menurut Kementrian Kesehatan yaitu tidak lebih dari 52 gram per hari.

Sementara, berdasarkan data Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) yaitu tidak boleh lebih dari 25 gram per hari.

 Dalam webinar Suara.com yang bekerjasama dengan Satgas Penanganan Covid-19 bertajuk, 'Menjaga Asupan Gizi Seimbang Untuk Tingkatkan Imunitas',  Jumat, (5/2/2021) Konsultan Gizi Royal Sport Performance Center Senayan City, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, anak muda biasanya mengonsumsi berbagai makanan dengan gula berlebih. Padahal, saat ia mengonsumsi makanan terdapat kandungan gula di dalamnya.

“Kalau mengonsumsi roti pakai selai, roti sendiri sudah mengandung gula, lalu ditambah dengan selai mengandung gula, itu gulanya sudah berapa, “ ucap Rita pada Webinar bersama Suara.com, Jumat (5/1/2021).

Banyaknya makanan kekinian yang mengandung gula berlebih sangat berbahaya bagi anak muda, terutama perempuan. Rita mengatakan, mengonsumsi gula berlebih dapat memengaruhi proses kehamilan saat dewasa.

Ia menambahkan, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan anak muda untuk mengontrol konsumsi gula, di antaranya:

1. Takar gula

Untuk anak muda yang membuat makanan sendiri si rumah, dapat menakar penggunaan gula yang dipakai. Satu sendok makan gula itu terdiri dari 13 gram, sementara dalam satu hari tidak boleh lebih dari 52 gram berdasarkan standar Kemenkes. Hal itu dapat menjadi itungan untuk mengonsumsi gula dalam satu hari.

2. Lihat label kandungan gula pada kemasan

Anak muda biasanya hanya membaca harga dan tanggal kedaluwarsa saat membeli makanan. Untuk itu, anak muda diharap untuk membaca pada kemasan makanan atau minuman. Biasanya, terdapat kandungan gula di dalamnya. Lihat juga kandungan gula tersebut untuk satu kali makan atau beberapa kali. Hal ini sangat berguna untuk menakar konsumsi gula dalam tubuh.

3.  Kandungan gula makanan kekinian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, pada makanan kekinian, mayoritas terdiri dari 39 gram. Oleh karena itu, dilarang untuk mengonsumsinya dua kali karena berlebihan bagi tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebanyakan Makan Lemak dan Gula Saat Kecil, Bakteri Baik di Usus Bisa Sirna

Kebanyakan Makan Lemak dan Gula Saat Kecil, Bakteri Baik di Usus Bisa Sirna

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 09:59 WIB

Viral Makan Jeruk Bakar Campur Gula Bisa Sembuhkan Anosmia Akibat Covid-19

Viral Makan Jeruk Bakar Campur Gula Bisa Sembuhkan Anosmia Akibat Covid-19

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 15:19 WIB

7 Kombinasi Makanan yang Sangat Umum Tapi Sangat Tidak Disarankan

7 Kombinasi Makanan yang Sangat Umum Tapi Sangat Tidak Disarankan

Lifestyle | Kamis, 04 Februari 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB