Cadel Tidak Permanen, Ini 7 Cara untuk Menghilangkannya

Risna Halidi | Suara.com

Senin, 08 Februari 2021 | 13:28 WIB
Cadel Tidak Permanen, Ini 7 Cara untuk Menghilangkannya
Ilustrasi bicara. (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Cadel atau gangguan yang menyebabkan seseorang tidak mampu mengucapkan konsonan dalam suatu kata. Biasanya huruf konsonan yang sulit untuk diucapkan adalah R, S, T, dan Z.

Cadel tidak ada yang permanen. Namun, untuk menghilangkannya tergantung kepada orang tersebut. Jika ia memiliki kemampuan untuk mengubah cara produksi untuk mengucapkan kata, cadel dapat hilang.

Dikutip dari Healthline, berikut beberapa cara yang dilakukan untuk menghilangkan cadel antara lain:

1. Kesadaran akan cadel
Orang yang cadel harus menyadari jika ia memiliki perbedaan dalam pengucapannya. Hal ini akan membuatnya berusaha untuk memperbaiki pengucapan yang dilakukannya. Setelah menyadari perbedaan, mulailah melatih kata-kata untuk diucapkan terutama dengan huruf konsonan yang sulit.

2. Penempatan lidah
Penempatan lidah sangat berpengaruh pada kata yang diucapkan. Untuk menghilangkan cadel, salah satu yang harus dipelajari adalah penempatan lidah pada kata-kata yang sulit untuk diucapkan. Jika dilatih, cadel dapat menghilang. Oleh karena itu, mempelajari penempatan lidah sangat membantu.

3. Penilaian kata
Seseorang yang cadel harus bisa menilai kata-kata yang sulit diucapkannya. Ia harus mengetahui posisi lidah untuk mengucapkan konsonan-konsonan tertentu. Hal itu akan membantunya melatih membunyikan kata-kata yang sulit untuknya.

4. Melatih kata-kata yang sulit
Setelah mengetahui cara penempatan lidah dan aliran udara, cobalah untuk melatih kata-kata dengan konsonan yang sulit diucapkan. Melatihnya secara berkala akan membuat lidah terbiasa dalam mengucapkan kata-kata tersebut.

5. Latih dalam frasa
Setelah berhasil mengucapkan kata-kata yang sulit, cobalah latih ke dalam frasa atau kalimat. Hal ini akan membantu seseorang terbiasa mengucapkannya jika digabungkan dengan kata-kata yang lain.

6. Percakapan
Jika dalam frasa dan kalimat sudah berhasil. Mulailah ucapkan kata yang benar dalam percakapan. Dalam hal ini bisa meminta bantuan seseorang untuk diajak berbicara. Melatihnya dalam berbicara, akan membuat seseorang terbiasa dalam pengucapan sehingga cadel akan menghilanhg.

7. Minum dengan sedotan
Selain melatih kata-kata tersebut, minum dengan sedotan dapat membantu menghilangkan cadel. Hal ini karena sedotan dapat menjaga lidah mengarah ke bawah secara alami dan tidak menyentuh langit-langit serta gigi depan./ Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui 4 Penyebab Cadel atau Susah Ngomong Rrr

Ketahui 4 Penyebab Cadel atau Susah Ngomong Rrr

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 12:56 WIB

Denise Chariesta Pengen Makan Nasi Goreng, Auto Beli Segerobaknya nih?

Denise Chariesta Pengen Makan Nasi Goreng, Auto Beli Segerobaknya nih?

Entertainment | Sabtu, 06 Februari 2021 | 08:15 WIB

Cuma Lewat Bicara, Begini Virus Corona Menyebar Dua Meter

Cuma Lewat Bicara, Begini Virus Corona Menyebar Dua Meter

Bekaci | Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:50 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB