Studi Terbaru: Kasus Stroke di Denmark Menurun pada Populasi Lansia

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Jum'at, 12 Februari 2021 | 10:34 WIB
Studi Terbaru: Kasus Stroke di Denmark Menurun pada Populasi Lansia
Ilustrasi stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa semakin sedikit lansia berusia 70 tahun ke atas yang mengalami stroke. Dan angka kematian akibat stroke di semua usia juga dilaporkan mengalami penurunan.

Studi yang meneliti populasi di Denmark ini diterbitkan pada 10 Februari 2021 lalu di jurnal Neurology, American Academy of Neurology.

Pada lansia, peneliti juga menemukan penurunan pada dua jenis stroke, yaitu iskemik dan hemoragik.

"Stroke adalah penyebab utama kematian di dunia," ungkap penulis studi Henrik Toft Sørensen, M.D., Ph.D., D.M.Sc. dari Aarhus University Hospital di Aarhus, Denmark, seperti dilansir dari Medical Express.

Penelitian baru tersebut juga tidak menemukan peningkatan stroke di kalangan usia muda, dan menemukan kasus stroke yang menurun pada usia tua.

Untuk studi ini, para peneliti menggunakan daftar perawatan kesehatan nasional di Denmark untuk mengidentifikasi semua orang di negara tersebut yang dirawat di rumah sakit dengan stroke pertama kali yang terjadi di tahun 2005 dan tahun 2018. Peneliti mengidentifikasi 8.680 orang dewasa muda usia 18 hingga 49 tahun yang mengalami stroke, dan 105.240 orang berusia 50 tahun ke atas.

Para peneliti menghitung tingkat kejadian stroke tahunan tersebut untuk stroke iskemik dan hemoragik berdasarkan populasi di Denmark. Juga menghitung tingkat kejadian berdasarkan tingkat usia.

"Penurunan yang kami temukan mungkin terkait dengan pengobatan faktor risiko stroke yang lebih baik, seperti hipertensi dan fibrilasi atrium, serta penurunan tingkat merokok dalam populasi," ungkap Sørensen.

Untuk menentukan tingkat kematian, para peneliti menghitung berapa banyak orang yang meninggal setelah stroke dan menemukan penurunan pada orang yang berusia muda dan lansia. Untuk stroke iskemik, 2,3% orang yang berusia muda meninggal satu bulan setelah stroke pada awal penelitian, dibandingkan 0,1% pada akhir penelitian.

Pada lansia sebanyak 8,2% yang meninggal satu bulan setelah stroke pada awal penelitian dibandingkan dengan 6,0% pada akhir penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Obat Steroid Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Studi: Obat Steroid Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 06:49 WIB

Jaga Kesehatan Jantung, Kurangi Konsumsi Makanan yang Digoreng

Jaga Kesehatan Jantung, Kurangi Konsumsi Makanan yang Digoreng

Malang | Selasa, 19 Januari 2021 | 15:29 WIB

Bolehkan Pasien Stroke dan Jantung Divaksin Covid-19? Simak Kata Ahli

Bolehkan Pasien Stroke dan Jantung Divaksin Covid-19? Simak Kata Ahli

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB