Dampak Buruk Kurang Gerak Selama Pandemi: Kesehatan Jiwa Terganggu

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 14 Februari 2021 | 20:01 WIB
Dampak Buruk Kurang Gerak Selama Pandemi: Kesehatan Jiwa Terganggu
Ilustrasi depresi karena pandemi Covid-19. (shutterstock)

Suara.com - Dampak Covid-19 tidak hanya bagi kesehatan tubuh, namun juga kesehatan jiwa akibat perubahan gaya hidup. Sebuah penelitian menemukan, malas olahraga berhubungan dengan depresi karena pandemi.

Temuan baru oleh tim peneliti multi-institusi dari Carnegie Mellon University, University of Pittsburgh, dan University of California, San Diego, menemukan bahwa 61 persen mahasiswa yang disurvei berisiko mengalami depresi klinis, dengan nilai dua kali lipat dari angka sebelum pandemi.

Peningkatan depresi terjadi bersamaan dengan perubahan dramatis pada kebiasaan gaya hidup. Pandemi virus corona memperburuk kondisi mereka yang mengalami gejala depresi dan kecemasan.

Melansir dari Healthshots, aktivitas fisik yang berkurang karena jarang olahraga, menyebabkan risiko depresi akibat Covid cenderung lebih tinggi. Sementara itu mereka yang tetap aktif olahraga, memiliki risiko yang jauh lebih rendah mengalami depresi yang disebabkan oleh pandemi.

Jikapun olahraga kembali aktif di awal musim panas, kesehatan jiwa tidak secara otomatis pulih. Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 10 Februari.

"Ada peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tingkat kecemasan dan depresi di kalangan usia dewasa muda, terutama di kalangan mahasiswa," ungkap Silvia Saccardo, asisten profesor di Departemen Ilmu Sosial dan Keputusan di CMU dan penulis senior di makalah tersebut.

Menurutnya, pandemi telah memperburuk krisis kesehatan jiwa pada populasi yang rentan. Saccardo dan koleganya, Osea Giuntella, Kelly Hyde, dan Sally Sadoff, memeriksa data yang dikumpulkan dari 682 mahasiswa yang menggunakan aplikasi smartphone dan Fitbit selama musim semi 2019, musim gugur 2019, dan musim semi 2020.

Hasil tersebut menunjukkan gangguan besar pada aktivitas fisik, tidur, dan waktu menatap layar komputer, ponsel dan interaksi sosial, di samping penurunan besar kesejahteraan ekonomi. Kumpulan data ini mencakup permulaan isolasi sosial selama bulan masa awal pandemi, yang menawarkan wawasan tentang faktor-faktor yang memperburuk gangguan kesehatan jiwa pada kelompok usia ini.

"Kami menggunakan kumpulan data ini untuk mempelajari faktor-faktor apa yang memprediksi perubahan depresi," papar Saccardo.

baca juga

Temuan lain menyorot peserta yang mempertahankan kebiasaan sehat sebelum pandemi, dengan aktivitas fisik terjadwal dan kehidupan sosial yang aktif, justru memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi saat pandemi berlanjut.

Para peneliti menunjukkan penurunan aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama penurunan kesehatan jiwa.

"Kami mengacak sekelompok individu untuk menerima insentif untuk berolahraga. Sementara intervensi singkat kami, dengan meningkatkan aktivitas fisik, tidak berdampak pada kesehatan jiwa. Hasil ini membuka banyak peluang untuk penelitian ke depan nantinya," tutup Saccardo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Novel Don't Tell Me Anything, Jeritan di Antara Batas Mimpi dan Realitas

Novel Don't Tell Me Anything, Jeritan di Antara Batas Mimpi dan Realitas

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan

Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil

I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:30 WIB

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:05 WIB

Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak

Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 19:45 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×