Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan, Sirkulasi Darah Bakal Berubah

Minggu, 14 Februari 2021 | 20:55 WIB
Bayi Alami Penyakit Jantung Bawaan, Sirkulasi Darah Bakal Berubah
Ilustrasi kesehatan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung bawaan termasuk salah satu jenis penyakit yang bisa dialami anak-anak sejak lahir. Kondisi itu terjadi karena adanya kelainan pada struktur anatomi jantung bayi.

Dokter spesialis anak konsultan kardioligi Dr. Dyahris Kuntartiwi. Sp.A(K)., mengatakan, kelainan jantung bawaan pada anak akan menyebabkan perubahan aliran darah. Ada berbagai tipe dari penyakit jantung bawaan, namun menurut dokter Dyahris, kebanyakan bayi di Indonesia mengalami kelainan pada struktur jantung.

"Di sini bisa melibatkan sekat atau dinding dalam jantung, bisa juga kelainan katup, juga karena kelainan di pembuluh darah besar baik yang masuk ataupun keluar dari jantung," jelas Dyahris saat webinar bersama Dikter Anakku_id, Minggu (14/2/2021).

Ia menjelaskan, pada jantung yang normal, darah dari seluruh tubuh akan masuk ke serambi kanan jantung kemudian mengalir ke bilik kanan. Setelah itu, darah akan dicuci di pembuluh darah paru dan lanjut masuk ke vena pulmonalis yang memiliki 4 sekat. Selanjutnya darah masuk ke serambi kiri lalu ke bilik kiri hingga akhirnya dipompa keseluruh tubuh.

Tetapi pada kelainan jantung bawaan, akan ditemukan kelainan yang menyebabkan kebocoran pada salah satu bilik atau serambi. Bisa juga karena adanya penyempitan pembuluh darah. Kondisi kelainan itu yang berakibat terganggunya aliran darah normal dan proses pembersihan darah.

Dyahris mengatakan, bayi yang lahir dengan sakit jantung bawaan di Indonesia jumlahnya cukup banyak.

"Ada sekitar 5 juta tiap tahun. Jadi lumayan banyak sekitar 50 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan. Dan kelahiran jantung bawaan ini yang terbanyak dari berbagai kelainan bawaan pada saat bayi lahir," ucapnya.

Gejala penyakit jantung bawaan bisa mulai terlihat pada bayi usia 2 minggu hingga 6 minggu. Hal itu karena pada awal kelahiran seringkali masih masa transisi tubuh bayi. Sehingga tekanan di paru dan tekanan di badan masih sama tinggi, jelas dokter Dyahris.

Kondisi itu menyebabkan bising jantung tidak terdengar dan belum ada tanda-tanda masalah denyut jantung atau bahkan sesak napas. Memasuki usia dua minggu ke atas, gejala yang sering muncul adalah bayi sayang cepat berkeringat saat aktivitas, misalnya ketika minum ASI.

Baca Juga: Studi: Pasangan Serumah Saling Berbagi Faktor Risiko Penyakit Jantung

"Dia bisa berkeringat banyak, kadang kita dapatkan kelopak mata bengkak juga bisa ditemukan radang paru atau pneumonia. Jadi pada bayi seringkali masuk rumah sakit dengan diagnosis saluran napas, berat badannya juga sulit naik. Pada bayi juga bisa ditemukan dia biru, kalau khas jantung di ujung-ujung jari dan di bibir juga lidah. Jadi itu yang harus diwaspadai," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI