Studi: Rutin Main Video Game Kurangi Risiko Depresi pada Anak Laki-Laki

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 19 Februari 2021 | 13:45 WIB
Studi: Rutin Main Video Game Kurangi Risiko Depresi pada Anak Laki-Laki
Anak main game [Shutterstock]

Suara.com - Bermain game pada anak-anak sering kali dianggap negatif. Padahal dalam penelitian baru menunjukkan bahwa anak laki-laki usia 11 tahun yang rutin main video game cenderung tidak mengembangkan gejala depresi hingga tiga tahun berikutnya.

Melansir dari Medical Xpress, studi ini dipimpin oleh peneliti dari University College London (UCL) dan telah diterbitkan pada Psychological Medicine.

Para peneliti mengimbau agar orangtua tetap membatasi waktu layar yang dihabiskan anak-anak. Namun mereka menegaskan bahwa penggunaan layar tak selalu negatif.

Dalam studi ini, para peneliti menemukan bahwa anak laki-laki yang bermain video game hampir setiap hari memiliki gejala depresi 24 persen lebih sedikit hingga tiga tahun kemudian dibandingkan anak laki-laki yang bermain video game kurang dari sekali sebulan. Efek ini hanya signifikan di antara anak laki-laki dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah dan tidak ditemukan di kalangan perempuan.

Para peneliti mengatakan studi ini mungkin menunjukkan bahwa anak laki-laki yang kurang aktif dapat memperoleh lebih banyak kesenangan dan interaksi sosial dari video game.

Penelitian juga menemukan bahwa anak perempuan yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial tampaknya malah mengembangkan gejala depresi yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bagaimana jenis waktu layar yang berbeda dapat berbeda pula dalam memepengaruhi kesehatan mental anak-anak. Waktu layar juga memiliki pengaruh yang berbeda pada anak laki-laki dan perempuan.

"Layar memungkinkan kita untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Panduan dan rekomendasi tentang waktu layar harus didasarkan pada pemahaman kita tentang bagaimana kegiatan yang berbeda dapat mempengaruhi kesehatan mental," ujar penulis utama penelitian, Mahasiswa doktoran Aaron Kandola dari UCL Psychiatry.

"Meskipun kami tidak dapat memastikan apakah bermain video game benar-benar meningkatkan kesehatan mental, namun itu tidak tampak berbahaya dalam penelitian kami dan mungkin memiliki beberapa manfaat. Terutama selama pandemi, video game telah menjadi platform sosial yang penting bagi kaum muda," imbuhnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hentikan Mulai Sekarang, Kebiasaan Begadang Bikin Rentan Alami Depresi

Hentikan Mulai Sekarang, Kebiasaan Begadang Bikin Rentan Alami Depresi

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:09 WIB

Masalah Kesehatan Mental Semakin Banyak Ditemukan, Apa Penyebabnya?

Masalah Kesehatan Mental Semakin Banyak Ditemukan, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 18:51 WIB

Ketahui 5 Tanda Umum Seseorang Alami Depresi Klinis

Ketahui 5 Tanda Umum Seseorang Alami Depresi Klinis

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 19:25 WIB

Terkini

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

×