Tanpa Operasi, Ini Makanan yang Bantu Perbesar Ukuran Payudara

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:25 WIB
Tanpa Operasi, Ini Makanan yang Bantu Perbesar Ukuran Payudara
Ilustrasi ukuran payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Payudara yang lebib besar menjadi idaman banyak perempuan karena sejumlah alasan. Secara budaya, payudara yang lebih besar juga merupakan simbol keperempuanan, harga diri dan kecantikan.

Oleh sebab itu banyak orang berupaya untuk bisa memperbesar payudaranya. Beberapa orang memilih untuk melakukan operasi. Meski semua tahu bahwa biayanya tidak murah dan juga ada risiko yang mungkin ditimbulkan.

Tapi tahukah, bahwa sebenarnya ada cara untuk memperbesar payudara secara alami? Ya, dilansir dari Times of India, ada sejumlah makanan yang dipercaya mampu membantu memperbesar ukuran payudara. Berikut ini rangkumannya.

Susu

Ilustrasi Susu (Pixabay)
Ilustrasi Susu (Pixabay)

Susu dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang-orang dari segala usia karena sejumlah alasan. Bagi perempuan yang ingin memiliki payudara lebih besar, tidak ada pilihan makanan yang memuaskan selain susu.

Untuk diketahui, susu mengandung kadar hormon reproduksi yang mirip dengan tubuh manusia, termasuk estrogen, progesteron dan bahkan prolaktin, yang semuanya baik untuk kesuburan dan memperbesar ukuran payudara. Mereka juga merangsang aliran darah di payudara.

Selain susu, ada juga pilihan olahan susu lainnya, seperti keju, yoghurt, paneer yang harus Anda sertakan dalam menu makanan Anda.

Bagi mereka yang tidak menyukai produk susu, atau mengikuti veganisme, susu kedelai juga merupakan sumber nutrisi yang luar biasa. Mereka mengandung isoflavon esensial, yang meniru kadar estrogen dan dapat meningkatkan ukuran cangkir. Pastikan Anda memiliki jumlah yang moderat setiap hari, dan tidak berlebihan.

Kacang dan biji-bijian

Terlepas dari jejak vitamin dan mineral yang menjaga kesehatan jantung dan otak, kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan lemak dan protein yang baik di dalamnya, yang meningkatkan pertumbuhan payudara.

Beberapa kacang-kacangan dan biji-bijian terbaik untuk dimiliki adalah kenari, kacang mete, kacang tanah, kemiri. Biji-bijian seperti biji bunga matahari, labu kuning, dan biji rami membantu merangsang dan menyeimbangkan kadar estrogen dalam tubuh.

Makanan laut

Makanan laut direkomendasikan untuk perempuan usia reproduksi lebih sering. Pilihan makanan laut seperti tiram, ikan berlemak, kerang, rumput laut, udang dikemas dengan Omega-3 dan Mangan, yang menyinkronkan fungsi hormonal dalam tubuh.

Oleh karena itu, mereka sering dianggap sebagai alat bantu terbaik jika seorang wanita ingin memiliki payudara yang lebih berisi dan lebih ceria. Manfaat lain yang diperoleh makanan laut adalah untuk reproduksi yang lebih baik, juga mengatasi masalah kesuburan.

Ayam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Nasi Pindang Khas Semarang, Salah Satu Warisan Kuliner Nusantara

Resep Nasi Pindang Khas Semarang, Salah Satu Warisan Kuliner Nusantara

Your Say | Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:35 WIB

Catat, Ini 5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu yang Baru Melahirkan

Catat, Ini 5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu yang Baru Melahirkan

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:00 WIB

Lifetime Jadi Salah Satu Solusi Bisnis yang Menjanjikan di Masa Pandemi

Lifetime Jadi Salah Satu Solusi Bisnis yang Menjanjikan di Masa Pandemi

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:56 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB