Benarkah Vaksin Mandiri Percepat Munculnya Herd Immunity? Ini Kata Menkes

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Minggu, 21 Februari 2021 | 19:46 WIB
Benarkah Vaksin Mandiri Percepat Munculnya Herd Immunity? Ini Kata Menkes
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pengadaan vaksin mandiri Covid-19 masih menuai pro kontra. Sejumlah pihak khawatir program tersebut menyerobot jatah dosis vaksin kelompok rentan yang seharusnya menjadi prioritas.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, vaksin mandiri justru bisa mempercepat tercapainya kekebalan kelompok atau herd immunity dengan terget 70 persen penduduk Indonesia tervaksinasi.

"Vaksin itu diberikan gratis ke seluruh masyarakat Indonesia oleh pemerintah. Merupakan hak mereka. Jadi walaupun ada program vaksin gotong royong (vaksin mandiri), ini tidak menghilangkan hak mereka untuk mendapat vaksin gratis," kata Menkes Budi dalam konferensi pers Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, dikutip dari ANTARA, Sabtu, (20/2/2021).

Menkes Budi beranggapan lantaran belum ada bukti ilmiah terkait berapa lama vaksin Covid akan memberikan kekebalan, sehingga percepatan mencapai target herd immunity lebih baik dilakukan. Meski belum diatur secara penyeluruh terkait mekanisme dan pelaksaannya, vaksin mandiri dicanangkan untuk para karyawan swasta dan pengusaha.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat jumpa pers usai pelaksanaan vaksinasi di DIY, Kamis (28/1/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat jumpa pers usai pelaksanaan vaksinasi di DIY, Kamis (28/1/2021). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Tetapi, kelompok masyarakat sipil meragukan hal tersebut. Menurut Inisiator Lawan Covid-19 Irma Hidayana, kurang tepat jika pengadaan vaksin mandiri untuk mempercepat herd immunity.

Ia mengatakan, jika tujuannya untuk kekebalan kelompok, pemerintah seharusnya fokus memprioritaskan kelompok rentan terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

"Coba untuk baca-baca, saya bukan epidemiolog, saya praktisi dan pemerhati kesehatan masyarakat, jadi herd immunity itu sebenarnya bisa dilakukan dengan hitungan memang semakin banyak orang yang divaksin semakin bagus. Tetapi dalam situasi emergency seperti ini, semakin banyak itu angkanya tidak random," kata Irma dalam konferensi pers daring, Minggu (21/2/2021).

Ia menegaskan, vaksinasi seharusnya diselesaikan dahulu dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti tenaga kesehatan, lansia, pejabat publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, hingga pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sering mendampingi masyarakat di pemukiman kumuh juga para pekerja sosial.

"Kalau argumentasi pemerintah ini dapat mempercepat herd immunity tapi yang di vaksin adalah siapa saja, bahkan kelompok yang memang sudah steril, tinggalnya saja di daerah yang laju penularannya mungkin rendah, ke mana-mana naik kendaraan pribadi, tidak harus berdagang di pasar, itu tidak tepat sasaran," tegasnya.

baca juga

Irma mengatakan, menyasar kelompok rentan terinfeksi agar selesai divaksinasi terlebih dahulu juga berguna untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Tetapi jika vaksin mandiri tetap berjalan sesuai dengan rencana dan sasaran yang ditentukan pemerintah, menurut Irma, laju kesakitan dan kematian di masyarakat akan tetap stagnan.

"Tingkat kesakitan masyarakat yang rentan, yang tinggal di daerah dengan laju penularannya tinggi, mereka yang sakit akan tetap sakit. Kemudian yang sakit, meninggal akan tetap parah dan meninggal. Jadi beban anggaran kesehatan pun jadi tetap sama saja. Jadi kayaknya ini yang tidak masuk di akal alasan untuk mempercepat herd immunity," papar Irma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:59 WIB

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:34 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Terkini

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×