Kabar Baik, Ibu Hamil Positif Covid-19 Bisa Turunkan Antibodi ke Bayi

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 16:02 WIB
Kabar Baik, Ibu Hamil Positif Covid-19 Bisa Turunkan Antibodi ke Bayi
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Selama ini ada kekhawatiran bahwa ibu hamil yang positif Covid-19 akan menularkan penyakit tersebut pada bayi yang dilahirkannya.

Namun, kabar baiknya, studi terbaru dari Weill Cornell Medicine yang diterbitkan  American Journal of Obstetrics and Gynecology, menemukan bahwa antibodi yang melindungi seorangdari virus Covid-19 menurun ke bayi saat dilahirkan. 

Penemuan yang diterbitkan pada 22 Januari, memberikan bukti bahwa perempuan hamil yang menghasilkan antibodi setelah tertular virus corona tersebut memberikan kekebalan alami. Penemuan ini juga mendukung gagasan bahwa vaksinasi calon ibu dapat bermanfaat bagi bayi.

"Sekarang kami dapat mengatakan bahwa antibodi perempuan hamil yang melawan Covid-19 telah terbukti dapat menurun ke bayi mereka. Dan kami menduga bahwa, ada kemungkinan besar antibodi yang berasal dari tubuh setelah divaksinasi bisa diturunkan," kata Dr. Yawei Jenny Yang, asisten profesor patologi yang dilansir dari Medical Express, Selasa (22/2/2021).

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Dr. Yang dan timnya menganalisis sampel darah dari 88 perempuan yang melahirkan di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center pada bulan Maret dan Mei 2020, saat New York City menjadi tempat menularnya virus Covid-19.

perempuan hamil yang memiliki antibodi Covid-19 menunjukkan, mereka yang telah tertular virus beberapa titik meski hanya 58 persen tidak memiliki gejala.Selain itu, sebagian besar bayi yang lahir 78 persen memiliki antibodi yang dapat dideteksi dalam darah.

Tidak ada bukti bayi yang terinfeksi langsung dengan virus tersebut. Lebih lanjut, antibodi telah melewati plasenta organ yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk bayi yang tumbuh selama kehamilan.

Namun, bayi yang baru lahir dengan ibu yang ada gejala dapat memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi, dibanding yang tidak memiliki gejala.

Data ini menyiratkan, bahwa perempuan hamil dapat meneruskan antibodi yang dihasilkan dari vaksin, yang berpotensi melindungi ibu dan anak dari infeksi di masa mendatang. Namun belum diketahui secara pasti, seberapa protektif antibodi tersebut dan berapa lama perlindungan bisa bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesepian, Rafathar Minta Adik ke Raffi Ahmad

Kesepian, Rafathar Minta Adik ke Raffi Ahmad

Entertainment | Selasa, 23 Februari 2021 | 14:32 WIB

Wanita Hamil Racun Mantan Suami hingga Tewas

Wanita Hamil Racun Mantan Suami hingga Tewas

Sumbar | Selasa, 23 Februari 2021 | 08:16 WIB

Hindari Asupan Tak Bergizi saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas Anak

Hindari Asupan Tak Bergizi saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas Anak

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB