Tak Harus Tatap Muka, Pengobatan Insomnia Bisa Dilakukan Berbasis Telepon

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 24 Februari 2021 | 13:22 WIB
Tak Harus Tatap Muka, Pengobatan Insomnia Bisa Dilakukan Berbasis Telepon
Ilustrasi insomnia pada lansia (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Insomnia, yang termasuk kondisi sulit, tidur, tetap tertidur atau bangun terlalu pagi, merupakan kondisi umum pada orang tua. Sulit tidur dapat diperburuk oleh osteoartritis, bentuk artritis paling umum yang menyebabkan nyeri sendi.

Meski ada terapi yang efektif untuk mengobati insomnia pada orang tua, banyak yang tidak dapat mengaksesnya karena tinggal di wilayah dengan layanan kesehatan terbatas.

Untuk mengatasinya, para peneliti di University of Washington dan Kaiser Permanente Washington Health Research Institute mencoba mengetahui apakah terapi hanya melalui telepon berhasil meningkatkan perawatan insomnia.

Dalam studi yang melibatkan pasien di sistem Kaiser Permanente Washington, peneliti menemukan pendekatan tersebut efektif untuk insomnia.

Terapi melalui beberapa panggilan telepon, yang terdiri dari pelatihan dan pendidikan terpandu untuk mengatasi insomnia, juga membantu mengurangi kelelahan serta rasa sakit terkait osteoartritis, lapor Medical Xpress.

Ilustrasi susah tidur, insomnia. (Shutterstock)
Ilustrasi insomnia. (Shutterstock)

"Ini sangat menarik. Penelitian kami menunjukkan perawatan ini dapat diberikan melalui telepon, dan itu efeknya berkelanjutan hingga satu tahun," kata Susan M. McCurry, penulis utama dan profesor penelitian di Sekolah Keperawatan UW.

Menurutnya, hal terpenting adalah orang tua yang tinggal di pedesaan atau daerah lain dengan akses internet dan layanan kesehatan terbatas berpotensi dapat tertolong.

"Ketika orang bisa terbebas dari masalah tidur, mereka akan berfungsi lebih baik di siang hari. Mereka akan merasa lebih baik secara emosional, tidak mudah tersinggung dan berpikir lebih jernih," sambungnya.

Peneliti menyimpulkan bahwa manfaat pengobatan insomnia berbasis telepon adalah besar dan dapat bertahan selama satu tahun, bahkan pada pasien dengan gejala insomnia dan nyeri parah.

Studi juga menemukan adanya pengurangan gejala nyeri tersebut, meski tidak berlangsung selama setahun penuh.

Sementara hasil studi dapat memberikan harapan, penulis mengatakan mungkin ada beberapa orang belum memiliki akses ke sistem pengobatan berbasis telepon juga.

Namun, mereka masih dapat berbicara dengan penyedia layanan medis untuk mengetahui pilihan pengobatan yang tersedia untuk mereka sekarang.

Penelitian yang dinamai Osteoartritis dan Terapi untuk Tidur, atau OATS, terbit pada Senin (22/2/2021) di JAMA Internal Medicine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Tips Cepat Tidur dalam Hitungan Menit, Diklaim Bisa Enyahkan Insomnia

Viral Tips Cepat Tidur dalam Hitungan Menit, Diklaim Bisa Enyahkan Insomnia

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:55 WIB

Review Jujur Vaksin Covid-19, Ariel Noah Ngaku Jadi Gak Insomnia

Review Jujur Vaksin Covid-19, Ariel Noah Ngaku Jadi Gak Insomnia

Jabar | Kamis, 28 Januari 2021 | 13:11 WIB

Cara Mencegah Insomnia dan Penyebab Tidak Bisa Tidur

Cara Mencegah Insomnia dan Penyebab Tidak Bisa Tidur

Kalbar | Sabtu, 23 Januari 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB