Pasien Kanker Rentan Alami Malnutrisi, Dokter Jelaskan Faktor Penyebabnya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 Februari 2021 | 17:53 WIB
Pasien Kanker Rentan Alami Malnutrisi, Dokter Jelaskan Faktor Penyebabnya
Ilusrasi pasien kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, Dedyanto Henky Saputra, mengatakan pasien kanker sangat rentan mengalami gangguan gizi. Hal ini akan memengaruhi banyak hal, termasuk intervensi terapi kanker.

"Gizi itu seringkali penanganannya terlambat. Biasanya pasien sudah masuk ke status gizi yang sangat buruk sehingga pengobatan kankernya terganggu," kata Dedy, dalam Webinar "Nutrican, Nutrisi Khusus Pejuang Kanker Dukung Terapi Pasien Kanker", Kamis (25/2/2021).

Gangguan gizi atau malnutrisi pada pasien kanker terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan asupan makan yang cukup.

Secara umum, tanda bahwa pasien kanker mengalami gangguan gizi adalah adanya penurunan berat badan dengan jumlah minimal 5% dalam waktu 6 bulan dari berat badan normal.

"Dampaknya massa otot mereka mengecil. Jadi, biasanya gizi yang buruk itu didahului dengan nafsu makan buruk (anoreksia), lalu menyebabkan otot mengecil (kaheksia kanker), jika semakin buruk dan tidak ditangani jadi gangguan kualitas hidup, misalnya mobilitas," sambungnya.

Acara Media Gathering di Jakarta PT Kalbe Tbk (25/02)
Acara Media Gathering di Jakarta PT Kalbe Tbk (25/02/2021)

Dedy menjelaskan ada banyak faktor penyebab malnutrisi pada pasien kanker, yaitu:

1. Sel kanker

Sel ini akan memicu sitokin di tubuh pasien, yang justru akan menekan nafsu makan di otak pada bagian hipotalamus.

"Kalau sitokinnya tinggi, hipotalamus itu ditekan sehingga keinginan makannya hilang. Jadi kalau kita lihat, di satu sisi kebutuhan makan meningkat, di sisi yang lain terjadi anoreksia atau hilangnya nafsu makan," jelas Dedy.

baca juga

2. Terapi

Baik radioterapi maupun kemoterapi dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, dan timbul sariawan. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan saat makan.

3. Psikis

Hal ini memengaruhi kondisi psikologis pasien.

"Kebanyakan (percaya) mitos. Mitos-mitos yang timbul misalnya 'kalau pasien kanker makan, akan memberi makan sel kankernya'. Seringkali menjadi ketakutan sehingga pasien akan membatasi asupannya.

Tak hanya itu, pasien kanker yang depresi dapat membuat keinginan atau motivasi untuk sembuh berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 07:16 WIB

Penanganan Malnutrisi Perlu Program Berkelanjutan, Ini Alasannya

Penanganan Malnutrisi Perlu Program Berkelanjutan, Ini Alasannya

Press Release | Rabu, 23 Desember 2020 | 21:42 WIB

Akibat Pandemi, Malnutrisi Meningkat dan Mengancam Kematian Pada Anak

Akibat Pandemi, Malnutrisi Meningkat dan Mengancam Kematian Pada Anak

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 10:28 WIB

Terkini

Isu MSCI Guncang Bursa, Bos OJK hingga Menteri Ekonomi Kompak Merapat ke Istana

Isu MSCI Guncang Bursa, Bos OJK hingga Menteri Ekonomi Kompak Merapat ke Istana

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Siswa SMA Bongkar Ancaman Aparat Kepolisian: Ikut Demo Bakal Dikeluarkan dari Sekolah

Siswa SMA Bongkar Ancaman Aparat Kepolisian: Ikut Demo Bakal Dikeluarkan dari Sekolah

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Menperin Tegaskan Aturan Tembakau Jangan Cuma Lihat Kesehatan, Nasib Jutaan Pekerja Jadi Taruhan

Menperin Tegaskan Aturan Tembakau Jangan Cuma Lihat Kesehatan, Nasib Jutaan Pekerja Jadi Taruhan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Sumbar Ditanami Sawit

Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Sumbar Ditanami Sawit

Sumbar | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Tak Cukup Minta Warga Diam di Rumah, Pemerintah Didesak Tanggung Ekonomi Korban Karhutla

Tak Cukup Minta Warga Diam di Rumah, Pemerintah Didesak Tanggung Ekonomi Korban Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Jadwal Super League Pekan Keenam: Persija vs Arema FC, Persib Tantang MU

Jadwal Super League Pekan Keenam: Persija vs Arema FC, Persib Tantang MU

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Kebebasan Pers Jadi Sorotan, Kritik Seharusnya Tak Berujung Intimidasi

Kebebasan Pers Jadi Sorotan, Kritik Seharusnya Tak Berujung Intimidasi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Menko Polkam Dudung Ungkap 97 Perusahaan Terlibat Karhutla di Kalimantan dan Sumatra

Menko Polkam Dudung Ungkap 97 Perusahaan Terlibat Karhutla di Kalimantan dan Sumatra

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Review Empat Musim Pertiwi: Saat Trauma, Horor, dan UFO Menyatu di Bromo

Review Empat Musim Pertiwi: Saat Trauma, Horor, dan UFO Menyatu di Bromo

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Xiaomi 18 Pro Max dan Smartwatch Anyar Lolos Sertifikasi Postel, Spek Serba Mewah

Xiaomi 18 Pro Max dan Smartwatch Anyar Lolos Sertifikasi Postel, Spek Serba Mewah

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:57 WIB

×