Ingin Cepat Sembuh dari Covid-19, Studi Ini Ungkap Caranya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:25 WIB
Ingin Cepat Sembuh dari Covid-19, Studi Ini Ungkap Caranya
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 tentunya ingin bisa cepat pulih dan kembali beraktvitas dengan segala protokol kesehatan. Berbagai cara kerap dilakukan untuk bisa membantu kesembuhan.

Tapi tahukah bahwa latihan progresif dan mobilisasi dini merupakan beberapa elemen program rehabilitasi yang dapat meningkatkan pemulihan bagi orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 parah. Ya demikian menurut kesimpulan sebuah penelitian.

Sebuah tim di University of Exeter memimpin peninjauan terhadap semua bukti yang tersedia tentang apakah rehabilitasi bermanfaat bagi pasien yang dirawat di perawatan intensif atau kritis dengan penyakit pernapasan.

Kala itu informasi tentang orang dengan Covid-19 tidak tersedia saat penelitian dimulai. Demikian seperti dilansir dari Healthshots. 

Studi yang diterbitkan dalam 'Fisioterapi' dan didukung oleh Kolaborasi Penelitian Terapan Institut Nasional untuk Penelitian Kesehatan (NIHR) South West Peninsula, menemukan bahwa olahraga progresif dan membuat orang bergerak lebih awal dapat membantu orang pulih dari penyakit pernapasan parah, dan temuan itu dapat diterapkan pada perawatan Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Mereka juga menemukan bahwa program rehabilitasi dengan sejumlah komponen berbeda dapat bermanfaat.

Pemimpin studi Vicki Goodwin MBE, Associate Professor of Aging and Rehabilitation di University of Exeter Medical School, mengatakan, “Covid-19 dapat berdampak buruk pada kehidupan orang, lama setelah mereka meninggalkan rumah sakit.

"Kita sangat perlu menemukan cara terbaik untuk mendukung orang mendapatkan kembali kesehatannya, baik di rumah sakit maupun ketika mereka kembali ke rumah. Penelitian kami menemukan bahwa membuat orang bergerak sejak dini adalah komponen kunci yang dapat membantu membentuk program rehabilitasi, untuk membuat orang kembali bangkit secepat mungkin ”.

Satu program rehabilitasi setelah keluar dari rumah sakit dari perawatan intensif ditemukan memberi orang dorongan dan pandangan yang berbeda untuk masa depan. Seorang pasien berkata, “Saya hanya merasa penuh dengan kehidupan. Saya tidak sabar untuk besok, Anda tahu. Sebelumnya hanya sehari demi hari, tapi sekarang- Aku menantikan hari esok. ”

Dalam studi lain, pengakuan atas penetapan tujuan untuk mencapai langkah-langkah kecil merupakan bagian penting dari pemulihan.

Seorang pasien melaporkan,  bahwa ia terkejut dengan betapa sedikitnya yang dapat dlakukan.

"Tetapi sekarang, sebaliknya, saya benar-benar terkejut dengan seberapa banyak yang dapat saya lakukan dan saya lakukan. Itu sangat bagus."

Kontrol acak, dan delapan studi kualitatif, yang mewawancarai pasien tentang rehabilitasi mereka, untuk mengeksplorasi pandangan dan pengalaman mereka.

Dari wawancara tersebut, tim menemukan bahwa rehabilitasi dapat memberikan harapan dan kepercayaan diri kepada pasien, meskipun pendekatan perlu disesuaikan dengan individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah Ratusan Orang, Wisma Atlet Kini Rawat 4.459 Pasien Covid-19

Tambah Ratusan Orang, Wisma Atlet Kini Rawat 4.459 Pasien Covid-19

News | Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:44 WIB

Batam Makin Aman dari COVID-19, Zona Hijau Bertambah

Batam Makin Aman dari COVID-19, Zona Hijau Bertambah

Batam | Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:36 WIB

70 GeNose Ditempatkan di ASDP Seluruh Indonesia, Termasuk di Batam

70 GeNose Ditempatkan di ASDP Seluruh Indonesia, Termasuk di Batam

Batam | Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:31 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB