alexametrics

Studi: Perawatan Kesuburan Pengaruhi Pertumbuhan Anak

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Studi: Perawatan Kesuburan Pengaruhi Pertumbuhan Anak
Ilustrasi bayi (Pexels)

Peneliti Norwegia menemukan perbedaan pola pertumbuhan anak yang dipengaruhi oleh perawatan kesuburan ibunya.

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan pola pertumbuhan awal anak yang lahir melalui perawatan kesuburan akan berbeda dengan anak yang dikandung secara alami. Tetapi, tingkat pertumbuhan tersebut mengikuti seiring waktu.

Perawatan kesuburan atau in-vitro fertilisasi adalah bentuk lain dari teknologi reproduksi yang sudah lama dikaitkan dengan berat badan bayi lahir rendah. Tetapi, belum jelas lamanya perbedaan pola pertumbuhan bayi yang lahir secara alami dan melalui perawatan kesuburan.

Peneliti Norwegia telah menganalisis data hampir 80 ribu anak yang dikandung secara alami dan lebih dari 1.700 anak yang dikandung melalui perawatan kesuburan. Ia mengikuti pola pertumbuhan anak-anak itu hingga usia 7 tahun.

Hasilnya, hampir 5.300 anak yang dikandung secara alami dari orangtua yang butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk hamil. Sedangkan bayi yang lahir melalui proses in-vitro fertilisasi, 1.073 lahir dari embrio segar dan 179 dari embrio beku.

Baca Juga: Bantu Suami Lebih Tahan Lama saat Hubungan Seks, Lakukan 5 Hal Ini!

Anak-anak yang lahir melalui program in-vitro fertilisasi memiliki berat lahir rata-rata 3,4 kilogram dan panjang 50 cm dibandingkan dengan anak-anak yang dikandung secara alami. Menurut laporan Human Reproduction, anak-anak yang dikandung secara alami rata-rata memiliki berat badan 3,5 kilogram dan panjang 50,2 cm.

Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Anak-anak yang lahir dari proses in-vitro tumbuh lebih cepat dalam 18 bulan pertama kehidupannya. Setelah satu tahun, pertumbuahn mereka sedikit lebih lama dan lebih berat daripada anak-anak yang dikandung secara alami. Perbedaan ini berlanjut sampai usia 7 tahun.

Anak-anak yang lahir dari orangtua yang butuh waktu lama untuk hamil juga memiliki berat tubuh lebih kecil saat lahir.

Tapi, berat tubuhnya tentu tidak sekecil anak-anak yang lahir melalui program in-vitro. Pola pertumbuhan mereka serupa dengan anak-anak yang lahir melalui program in-vitro.

Jika dibandingkan dengan anak yang dikandung secara alami, anak yang lahir melalui program in-vitro fertilisasi dari embrio segar biasanya memiliki berat tubuh lebih kecil daripada embrio beku.

Baca Juga: Peneliti Kembangkan Tes PCR yang Bisa Deteksi Mutasi Varian Virus Corona

Para peneliti juga menganalisis data lebih dari 544.000 remaja berusia 17 tahun yang diperiksa untuk dinas militer di Norwegia.

Komentar