Studi: Orang yang Suka Posting Kata-Kata Bijak Punya IQ Lebih Rendah

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:00 WIB
Studi: Orang yang Suka Posting Kata-Kata Bijak Punya IQ Lebih Rendah
Ilustrasi aplikasi media sosial Instagram (Shutterstock).

Suara.com - Di media sosial seperti Instagram, sering kita temui banyak bertebaran kutipan (quote) inspirasional atau kata-kata bijak. Namun tahukah Anda, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menyukainya dan senang membagikannya di media sosial sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan atau Intelligence quotient (IQ) lebih rendah.

Mengutip dari Independent.ie, studi berjudul On the Reception and Detection of Pseudo-Profound Bull**it menemukan bahwa mereka yang merasa 'terangkat' oleh kutipan motivasi mendapat skor lebih rendah dalam tes IQ secara keseluruhan.

Selain itu, dalam penelitian ditemukan pencinta kutipan inspirasional atau kata-kata bijak juga lebih cenderung percaya pada paranormal dan teori konspirasi.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Judgment and Decision Making tahun 2015 ini melibatkan lebih dari 845 peserta. Mereka diminta untuk menilai seberapa dalam mempercayai serangkaian kutipan bijak itu.

Banyak dari kutipan yang ditunjukkan kepada peserta adalah asli, namun peneliti juga memasukkan kutipan yang dibuat-buat menggunakan kosa kata positif dan afirmatif yang kemudian mereka minta peserta untuk menilai seberapa dalam mereka percaya itu.

Ilustrasi sosial media. (Shutterstock)
Ilustrasi sosial media. (Shutterstock)

Setelah itu, setiap peserta menjalani tes kognitif untuk menilai kecerdasan mereka.

Mengutip Indiatoday.in, para peneliti menggunakan kutipan kalimat yang dibuat secara acak dari New Age Bull**it Generator dan situs lain yang disebut Wisdom of Chopra.

Beberapa kutipan kalimat tidak ada artinya, seperti "alam adalah ekosistem kesadaran yang mengatur dirinya sendiri" dan "hidup ini tidak lain adalah oasis yang mulia dari keyakinan yang sadar diri."

Hasilnya, beberapa orang gagal untuk membedakan antara kutipan yang bermakna dan yang benar-benar mendalam. Dan orang-orang itulah yang membagikan banyak kutipan atau kata-kata bijak secara online.

baca juga

Peneliti pun melihat individu yang tidak dapat membedakan pernyataan "omong kosong" dan menilainya sebagai suatu yang bijak adalah kurang cerdas dan tidak mungkin terlibat dalam pemikiran reflektif.

"Mereka yang lebih mudah menerima omong kosong kurang reflektif, lebih rendah dalam kemampuan kognitif - berhitung, kecerdasan verbal dan cairan, lebih rentan terhadap kebingungan ontologis dan ide konspirasi, lebih cenderung menganut keyakinan agama dan paranormal, dan lebih cenderung mendukung pengobatan komplementer dan alternatif," ungkap Gordan Pennycook, peneliti utama sekaligus seorang psikolog kognitif di University of Waterloo di Ontario Kanada.

Dengan demikian, ada baiknya untuk tidak langsung menelan mentah-mentah kutipan atau kata-kata bijak di media sosial. Cobalah untuk baca dengan seksama terlebih dahulu dan berpikir kritis atas makna kata-kata bijak sebelum ikut membagikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Sopir Taksi Kembalikan Dompet Penumpang yang Tertinggal, Terenyuh!

Aksi Sopir Taksi Kembalikan Dompet Penumpang yang Tertinggal, Terenyuh!

Otomotif | Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:01 WIB

Viral Pria Pukul Orang Malah Balik Terlempar, Publik Penasaran: Ilmu Apa?

Viral Pria Pukul Orang Malah Balik Terlempar, Publik Penasaran: Ilmu Apa?

Hits | Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:55 WIB

Aksi Emak-emak Di Mobil Bikin Para Ojol Ucapkan Alhamdulillah, Ini Sebabnya

Aksi Emak-emak Di Mobil Bikin Para Ojol Ucapkan Alhamdulillah, Ini Sebabnya

Otomotif | Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:21 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×