Ini Alasan Pasien Kanker Perlu Konsumsi Makanan Tinggi Kalori

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 28 Februari 2021 | 08:00 WIB
Ini Alasan Pasien Kanker Perlu Konsumsi Makanan Tinggi Kalori
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Pasien kanker umumnya mengalami penurunan nafsu makan lantaran efek samping pengobatan atau terapi yang dijalani. Meski begitu, pasien kanker tetap harus mendapatkan nutrisi yang cukup karena tubuh butuh energi yang besar untuk melawan sel kanker. Itu sebabnya, pasien kanker perlu mengonsumsi makanan tinggi kalori dan sarat protein.

“Para pasien kanker membutuhkan nutrisi yang meningkat dari umumnya, sehingga diharapkan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein, khususnya saat terapi, karena bisa mengalami penurunan berat badan,” terang Dokter Spesialis Gizi Kwan Francesca G, M.Gizi, Sp.GK dari MRCC Siloam Hospital Semanggi, berdasarkan siaran pers Kalbe, Sabtu (27/2/2021).

Dalam diskusi webinar beberapa waktu lalu, Dokter Spesialis Gizi Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi juga menjelaskan bahwa sel kanker memicu tubuh untuk meredakan peradangan. Salah satu cara meredakan peradangan adalah tubuh mengeluarkan badai sitokin. Badai sitokin yang dilakukan tubuh ini menekan otak untuk menurunkan nafsu makan.

"Di sisi lain sitokin yang banyak itu menekan nafsu makan di otak. Di otak ada bagian yang namanya hipotalamus. Kalau sitokinnya tinggi, hipotalamus itu ditekan, sehingga keinginan makan hilang," ujar dr. Dedyanto.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pengobatan radioterapi dan kemoterapi untuk menekan jumlah sel kanker di dalam tubuh, dan punya efek lain berupa sariawan di mulut dalam jumlah banyak. Dan ini tentu saja bisa membuat pasien kesulitan menelan, yang kemudian menyebabkan nafsu makan juga menurun.

"Radioterapi dan kemoterapi meninggalkan efek samping, paling sering mual muntah atau timbul sariawan. Kalau sariawan, mengunyah akan sulit, menelan akan sulit, sehingga menyebabkan keterbatasan pasien kanker," pungkas dr. Dedyanto.

Terakhir, dr. Kwan menyarankan untuk para penyintas kanker, yaitu orang yang tidak lagi menjalani pengobatan kanker, karena sel kankernya sudah terkontrol, untuk tidak menyia-siakan kesempatan hidup kedua.

“Tetap menjalankan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, konsumsi makanan bergizi dan hindari makanan olahan, olahraga teratur, menghindari merokok dan minuman beralkohol,” pungkas dr. Kwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Kanker Tidak Nafsu Makan, Ternyata Ini Sebabnya

Pasien Kanker Tidak Nafsu Makan, Ternyata Ini Sebabnya

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:50 WIB

Selain Terapi, Dokter Sebut Pasien Kanker Paru Juga Butuh Dorongan Semangat

Selain Terapi, Dokter Sebut Pasien Kanker Paru Juga Butuh Dorongan Semangat

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:50 WIB

Pasien Kanker Tak Nafsu Makan Saat Kemoterapi, Ini Solusi dari Dokter Gizi

Pasien Kanker Tak Nafsu Makan Saat Kemoterapi, Ini Solusi dari Dokter Gizi

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 18:17 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB