alexametrics

Pasien Kanker Tidak Nafsu Makan, Ternyata Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Pasien Kanker Tidak Nafsu Makan, Ternyata Ini Sebabnya
Pasien kanker tidak nafsu makan. (Elements Envanto)

Hal tersebut dibenarkan Dokter Spesialis Gizi Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, yang mengatakan sel kanker memicu tubuh berusaha untuk meredakan peradangan.

Suara.com - Kanker adalah salah satu penyakit kronik yang membuat penderitanya terlihat lebih kurus dan lebih pucat. Ini karena nafsu makan yang menurun drastis pada pasien kanker.

Hal tersebut dibenarkan Dokter Spesialis Gizi Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, yang mengatakan sel kanker memicu tubuh berusaha untuk meredakan peradangan. Salah satu cara meredakan peradangan adalah terjadinya badai sitokin.

Badai sitokin yang dilakukan tubuh ini, mirisnya menekan otak untuk menurunkan nafsu makan.

"Di sisi lain sitokin yang banyak itu menekan nafsu makan di otak. Di otak ada bagian yang namanya hipotalamus. Kalau sitokinnya tinggi, hipotalamus itu ditekan, sehingga keinginan makan hilang," ujar dr.  Dedyanto dalam acara Nutrican 2021, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Pasien Kanker Tak Nafsu Makan Saat Kemoterapi, Ini Solusi dari Dokter Gizi

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Namun perlu diingat, metabolisme tubuh saat melakukan serangan badai sitokin untuk melawan kanker ia membutuhkan energi yang sangat besar. Sehingga ia membutuhkan nutrisi dan makanan yang cukup, agar tubuh bisa menghasilkan energi.

"Jadi di satu sisi kebutuhan makan meningkat, tapi di sisi lain mengalami anoreksia atau hilangnya nafsu makan," paparnya.

Tidak nafsu makan karena pengobatan

Pengobatan kanker seperti radioterapi dan kemoterapi memang bisa menekan jumlah kanker di dalam tubuh. Namun sayangnya pengobatan ini punya efek samping karena menimbulkan banyak sariawan dalam mulut.

Mulut yang sariawan inilah yang akhirnya membuat pasien kesulitan menelan, alhasil nafsu makan malah menurun.

Baca Juga: Tes Jari Bisa Bantu Deteksi Kanker Paru-Paru, Begini Caranya!

"Radioterapi dan kemoterapi meninggalkan efek samping, paling sering mual muntah atau timbul sariawan. Kalau sariawan mengunyah akan sulit, menelan akan sulit, sehingga menyebabkan keterbatasan pasien kanker," pungkas dr. Dedyanto.

Komentar