alexametrics

Update Covid-19 Global: 142 Negara Akan Dapat Bantuan Vaksin Patungan

Risna Halidi | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: 142 Negara Akan Dapat Bantuan Vaksin Patungan
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sejumlah negara telah melakukan program vaksinasi sebagai upaya pengendalian kasus positif Covid-19.

Suara.com - Pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Belum diketahui pasti kapan wabah virus corona SARS Cov-2 akan berakhir. Hingga kini, pandemi baru tersebut telah menginfeksi lebih dari 115,27 juta orang di seluruh dunia. 

Meski begitu, sejumlah negara telah melakukan program vaksinasi sebagai upaya pengendalian kasus positif Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa salah satu fungsi vaksin yakni untuk meminimalkan kematian akibat Covid-19. 

Dikutip dari situs worldometers.info, infeksi Covid-19 telah menyebabkan kematian sebanyak 2.559.172 jiwa populasi dunia.

Baca Juga: 7 Penerima Vaksin Covid-19 di Jogja Alami KIPI, Dinkes Sebutkan Keluhannya

Update terbaru pada 3 Maret 2021 tercatat ada 9.125 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, ada lebih dari 21,63 juta orang diseluruh dunia yang masih positif Covid-19.

Demi pemerataan vaksinasi Covid-19, WHO mengoordinir pelaksaan COVAX, program bantuan 'patungan' vaksin dari negara-negara kaya kepada negara berpenghasilan rendah. 

Program COVAX itu dijadwalkan akan mengirim 237 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca ke 142 negara hingga akhir Mei.

Jadwal pengiriman dosis, yang dibuat oleh AstraZeneca dan Institut Serum India itu akan dikirim dalam dua periode,kata COVAX dalam sebuah pernyataan. Pengiriman pertama pada Februari-Maret dan yang kedua pada bulan April-Mei.

"Garis waktu ini bergantung pada berbagai faktor termasuk persyaratan peraturan nasional, ketersediaan pasokan, dan pemenuhan kriteria lain seperti rencana penyebaran dan vaksinasi nasional yang divalidasi," kata pernyataan pihak COVAX dikutip daro Channel News Asia.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Masyarakat Mulai Terlena Vaksin, Lupa Prokes

Pengiriman pertama telah dilakukan sejak minggu lalu ke negara dibagian Afrika, Ghana dan Pantai Gading.

Komentar