WHO Prediksi 2,5 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Pendengaran pada 2050

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 03 Maret 2021 | 08:15 WIB
WHO Prediksi 2,5 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Pendengaran pada 2050
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi hampir 2,5 miliar orang di seluruh dunia, atau 1 dari 4 orang, akan mengalami gangguan pendengaran pada tingkat tertentu pada 2050. 

Dalam Laporan Pendengaran Dunia WHO 2021 dituliskan, setidaknya 700 juta dari orang dengan gangguan pendengaran itu akan membutuhkan akses ke telinga dan perawatan juga layanan rehabilitasi lainnya kecuali jika tindakan diambil.

"Kemampuan kita untuk mendengar sangat berharga. Gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat berdampak buruk pada kemampuan orang untuk berkomunikasi, belajar, dan mencari nafkah. Itu juga dapat berdampak pada kesehatan mental masyarakat dan kemampuan mereka untuk mempertahankan hubungan," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs resmi WHO.

Ilustrasi telinga. (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Hari pendengaran sedunia diperingati setiap 3 Maret. Laporan itu dirilis sekaligus menggarisbawahi kebutuhan untuk segera meningkatkan upaya pencegah dan mengatasi gangguan pendengaran dengan memperluas akses ke layanan perawatan telinga dan pendengaran. Melakukan upaya perawatan telinga dan pendengaran terbukti lebih hemat biaya.

Menurut WHO, kurangnya informasi yang akurat juga stigmatisasi terhadap penyakit telinga dan gangguan pendengaran seringkali membatasi orang untuk mengakses perawatan. Bahkan di antara penyedia layanan kesehatan, sering kali terdapat kekurangan pengetahuan tentang pencegahan, identifikasi awal, dan pengelolaan gangguan pendengaran dan penyakit telinga. 

"Sehingga menghambat kemampuan mereka untuk memberikan perawatan yang diperlukan," kata WHO.

WHO juga mencatat bahwa di sebagian besar negara, perawatan telinga dan pendengaran masih belum terintegrasi ke dalam sistem kesehatan nasional.

"Mengakses layanan perawatan merupakan tantangan bagi mereka yang menderita penyakit telinga dan gangguan pendengaran. Selain itu, akses ke telinga dan perawatan pendengaran diukur dan didokumentasikan dengan buruk, dan indikator yang relevan kurang dalam sistem informasi kesehatan," papar Tedros.

Namun kesenjangan yang paling mencolok dalam kapasitas sistem kesehatan merupakan jumlah tenaga kesehatan, lanjutnya. Di antara negara-negara berpenghasilan rendah, sekitar 78 persen hanya memiliki kurang dari satu spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) per satu juta penduduk.

baca juga

Selain itu, 93 persen memiliki kurang dari satu audiolog per satu juta, hanya 17 persen yang memiliki satu atau lebih ahli terapi wicara per satu juta, dan 50 persen memiliki satu atau lebih guru untuk tuna rungu per sejuta penduduk.

Bahkan di negara-negara dengan proporsi profesional perawatan telinga dan pendengaran yang relatif tinggi, terdapat distribusi spesialis yang tidak merata. 

Menurut WHO, kesenjangan itu dapat diatasi dengan integrasi perawatan telinga dan pendengaran ke dalam perawatan kesehatan primer melalui strategi seperti pembagian tugas dan pelatihan. Kendala itu tidak hanya menjadi tantangan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan, tetapi juga menimbulkan tuntutan yang tidak wajar pada kader yang memberikan layanan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran

Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 23:25 WIB

WHO Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Satgas: Ini Mengecewakan

WHO Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Satgas: Ini Mengecewakan

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 17:45 WIB

Setahun Covid-19, Angka Testing Indonesia Masih Jauh dari Standar WHO

Setahun Covid-19, Angka Testing Indonesia Masih Jauh dari Standar WHO

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 10:55 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×