perempuan hamil sering mengalami anemia defisiensi besi karena simpanan zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin.
3. Perdarahan
Perdarahan dapat mengakibatkan seseorang kehilangan sel darah merah, sehingga zat besi dalam darah juga berkurang. Kondisi ini umumnya dialami perempuan yang mengalami menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau berlebihan.
Selain itu, beberapa kondisi medis seperti polip pada usus, luka dalam lambung, serta kanker usus, juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh sehingga tubuh rentan mengalami defisisensi zat besi.
4. Malabsorpsi Zat Besi
Zat besi dalam makanan yang kita konsumsi diserap dalam usus halus. Gangguan pada usus halus, seperti penyakit Celiac atau pasca operasi usus, dapat membatasi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi dari makanan, termasuk zat besi, sehingga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi.
Selain itu, konsumsi obat maag, teh, kopi, susu, produk makanan dari susu, serta makanan dengan tingkat asam fitat yang tinggi, misalnya sereal, dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.
5. Vegetarian

Orang yang tidak mengonsumsi daging atau vegetarian lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, jika tidak menggantinya dengan makanan sarat zat besi lainnya.
6. perempuan dalam masa subur
Kondisi ini memungkinkan untuk hamil atau mengalami menstruasi yang berlebihan, sehingga berisiko mengalami anemia defisiensi besi.
7. Mendonorkan darah secara rutin.
Donor darah secara rutin dapat mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh sehingga memicu tubuh kekurangan zat besi, terutama jika tidak diimbangi makanan sarat zat besi.