Kenali Gejala dan Penyebab Radang Usus Buntu

Vania Rossa Suara.Com
Kamis, 04 Maret 2021 | 08:38 WIB
Kenali Gejala dan Penyebab Radang Usus Buntu
Ilustrasi radang usus buntu/apendisitis. (shutterstock)

Suara.com - Radang usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi peradangan pada usus buntu. Penyakit ini biasa ditandai dengan sakit perut di sebelah kanan.

Radang usus buntu bisa terjadi pada siapapun, dan bisa terjadi karena usus buntu yang tersumbat oleh kotoran, benda asing, ataupun kanker. Penyumbatan pada akhirnya menimbulkan infeksi, sehingga usus jadi membengkak.

Dilansir dari Webmd, ini dia beberapa gejala yang timbul ketika seseorang mengalami apendisitis.

  • Muncul rasa nyeri di bawah perut bagian kanan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah segera setelah sakit perut dimulai
  • Perut membengkak
  • Demam
  • Tidak bisa buang gas
  • Muncul rasa sakit dan sulit saat buang air kecil
  • Kram pada perut
  • Sembelit atau diare dengan gas

Gejala apendisitis mirip dengan berbagai penyakit lain. Oleh karena itu, untuk menegakkan diagnosis apendisitis, bisa dilakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan perut
  • Tes urine untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih
  • Pemeriksaan rektal
  • Tes darah untuk melihat apakah tubuh sedang melawan infeksi
  • Pemindaian CT

Untuk mengobati apendisitis, dokter mungkin akan melakukan pengangkatan usus buntu. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya komplikasi yang memperparah kondisi tersebut. Sebelum melakukan operasi pengangkatan, seseorang akan diminumkan antibiotik untuk melawan infeksi. Setelah melakukan pengangkatan usus buntu, seseorang juga berisiko mengalami komplikasi, seperti:

  • Muntah yang tidak terkontrol
  • Meningkatnya nyeri perut
  • Pusing
  • Darah dalam muntahan atau air kencing
  • Demam
  • Nanah di luka

Jika hal ini terjadi, usahakan untuk menghubungi dokter secepatnya agar mendapat perawatan yang tepat. Jika terlambat, kondisi ini dapat menyebabkan peritonitis, yaitu peradangan serius pada lapisan rongga perut (peritoneum). Hal ini juga berisiko menyebabkan hal fatal seperti kematian jika tidak mendapat pengobatan antibiotik segera.

Apendisitis tidak dapat dicegah. Peradangan yang muncul pada usus buntu bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Untuk itu, cegah dengan konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayuran yang baik untuk sistem pencernaan tubuh. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI