Awas! Diet Tinggi Lemak Bisa Picu Serangan Jantung

Bimo Aria Fundrika, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 04 Maret 2021 | 13:10 WIB
Awas! Diet Tinggi Lemak Bisa Picu Serangan Jantung
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini diet dipercaya mampu menurunkan berat badan atau mendapatkan bentuk tubuh ideal. Tpai, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih diet.

Hal itu karena diet mengurangi karbohidrat dan mengkonsumsi lemak lebih banyak ternyata lebih berbahaya. Bahkan bisa menyebabkan serangan jantung.

Pasalnya, dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dapat mengaktifkan respon di jantung lantaran adanya penumpukan kolesterol yang akhirnya bisa terkena serangan jantung.

Dilansir melalui Healthsots, menurut penelitian baru dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Biochemical and Biophysical Research Communications, para peneliti mengamati dengan cara memberi makan tikus diet tinggi lemak pada tingkat stres oksidatif pada sel-sel jantung.

Tim dari University of Reading menemukan bahwa sel dari tikus memiliki dua kali lipat jumlah stres oksidatif, dan menyebabkan sel jantung menjadi 1,8 kali lebih besar karena hipertrofi jantung yang dikaitkan dengan penyakit jantung.

Jaga jantung dan diet Anda

Penulis pertama bernama Dr Sunbal Naureen Bhatti, dari University of Reading mengatakan bahwa penelitian mereka  menunjukkan satu cara di mana diet tinggi lemak dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otot yang membentuk jantung kita.

Tampaknya peralihan terjadi pada tingkat sel ketika tikus diberi makan makanan berlemak tinggi yang menyebabkan protein yang biasanya tidak berbahaya, Nox2, menjadi terlalu aktif. Sifat pasti bagaimana protein Nox2 bekerja menyebabkan kerusakan oksidatif dan memicu hipertrofi destruktif masih diteliti. 

“Kami benar-benar baru mengetahui bagaimana protein Nox2 merespons diet, tetapi penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa diet tinggi lemak berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan pada jantung,” tambah Bhatti.

baca juga

Para peneliti fokus pada protein kunci Nox2 yang diyakini terkait dengan peningkatan stres oksidatif di jantung. Studi tersebut menemukan bahwa tikus yang diberi makanan tinggi lemak memiliki aktivitas Nox2 dua kali lipat, yang juga menyebabkan jumlah spesies oksigen reaktif (ROS) yang serupa, radikal bebas yang dikaitkan dengan kerusakan patologis tubuh.

Diet berbanding lurus dengan kesehatan jantung Anda

Untuk memeriksa apakah Nox2 terlibat dalam menyebabkan stres jantung, tim membandingkan hasil dengan tikus yang dibiakkan secara khusus untuk 'melumpuhkan' Nox2, menghentikan protein dari aktivasi pada tingkat sel. Tikus 'knock out' juga diberi makan makanan berlemak tinggi, tetapi menunjukkan sedikit atau tidak ada peningkatan tingkat stres oksidatif yang sama.

Selain itu, tim menggunakan tiga perlakuan eksperimental yang diketahui dapat mengurangi produksi ROS terkait Nox2, dan menemukan bahwa ketiganya menunjukkan beberapa janji dalam mengurangi efek ROS dalam merusak jantung tikus.

Tikus yang diberi diet tinggi lemak menerima 45 persen konsumsi kalori mereka dari lemak, 20 persen dari protein, dan 35 persen karbohidrat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Ketat Bisa Jadi Penyebab Kerusakan Ginjal, Begini Kata Ahli

Diet Ketat Bisa Jadi Penyebab Kerusakan Ginjal, Begini Kata Ahli

Banten | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:44 WIB

Awas! Diet Ekstrem Saat Pandemi Covid-19 Bisa Buat Imunitas Drop

Awas! Diet Ekstrem Saat Pandemi Covid-19 Bisa Buat Imunitas Drop

Jawa Tengah | Rabu, 03 Maret 2021 | 21:19 WIB

Jangan Tergesa Saat Menurunkan Berat Badan, Ini Batas Aman dari Dokter Gizi

Jangan Tergesa Saat Menurunkan Berat Badan, Ini Batas Aman dari Dokter Gizi

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 20:45 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×