Studi Swedia: Orang Rentan Mengalami Serangan Jantung pada Hari Senin

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 04 Maret 2021 | 14:43 WIB
Studi Swedia: Orang Rentan Mengalami Serangan Jantung pada Hari Senin
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera. Padahal seseorang biasanya akan mengalami gejala tertentu sebelum serangan jantung, tapi sering diabaikan.

Meskipun sulit memprediksi terjadinya serangan jantung, tapi para ilmuwan telah mencoba mengidentifikasi hari di mana seseorang akan berisiko mengalami serangan jantung.

Senin adalah hari pertama dalam seminggu yang selalu dianggap sebagai hari paling menyedihkan dan penuh kesibukan. Banyak orang lebih merasakan tekanan kerja, kecemasan, dan semacamnya ketika mengawali hari Senin.

Menurut sebuah studi registrasi Swedia pada 156 ribu orang dilansir dari Times of India, ternyata kebanyakan orang lebih rentan mengalami serangan jantung pada hari Senin.

Peneliti dari dua universitas Uppsala dan Umea Swedia telah menganalisis data dari rumah sakit Swedia tentang infark miokard (serangan jantung) yang terdaftar di registri kualitas nasional SWEDEHEART dari 2006 hingga 2013.

Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)

Temuan studi yang dipublikasikan di American Heart Journal mengungkapkan bahwa risiko serangan jantung akan meningkat ketika seseorang sangat stres dan melihat hari atau tanggal tertentu yang bisa meningkatkan stres.

Data ini sangat jelas menunjukkan bahwa tingkat kejadian infark miokard (MI) lebih tinggi selama liburan musim dingin di hari senin. Sementara, tingkat kejadian serangan jantung akan menurun atau lebih rendah di akhir pekan.

Karena, stres yang berkepanjangan meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait dengan pemrosesan emosi. Hal ini mengarah pada peningkatan risiko penyakit jantung dan peredaran darah.

Sedangkan, orang akan jauh rileks dan santai pada akhir pekan. Sehingga tekanan darah akan terkendali dan detak jantung normal.

Selain itu, stres hanyalah salah satu faktor yang bertanggung jawab meningkatkan risiko infark miokard. Faktor lain yang harus dipertimbangkan, termasuk suhu yang bisa mengubah detak jantung.

Tuntutan psikososial pada perilaku mempengaruhi sistem biologis basal dan perubahan ini terjadi sedemikian rupa sehingga berpotensi menyebabkan serangan jantung.

Studi sebelumnya juga telah membahas masalah yang sama. Studi itu menunjukkan bahwa peristiwa menegangkan seperti gempa bumi atau pertandingan Piala Dunia juga bisa memicu serangan jantung.

Pada kasus kali ini, hari Senin dianggap sebagai hari yang memberikan tekanan stres dan ketegangan yang lebih tinggi dibanding hari setelahnya. Sehingga ada kemungkinan mengawali hari Senin bisa memengaruhi jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Diet Tinggi Lemak Bisa Picu Serangan Jantung

Awas! Diet Tinggi Lemak Bisa Picu Serangan Jantung

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 13:10 WIB

Studi: Tidak Semua Kolesterol Baik Itu Menyehatkan, Apa Maksudnya?

Studi: Tidak Semua Kolesterol Baik Itu Menyehatkan, Apa Maksudnya?

Health | Senin, 01 Maret 2021 | 15:20 WIB

Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis, Puasa yang Disebut Bisa Cegah Stroke

Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis, Puasa yang Disebut Bisa Cegah Stroke

News | Minggu, 28 Februari 2021 | 21:26 WIB

Terkini

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB