Waspada, Berikut 8 Risiko Kesehatan Akibat Polusi Kimiawi

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 06 Maret 2021 | 13:01 WIB
Waspada, Berikut 8 Risiko Kesehatan Akibat Polusi Kimiawi
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi oleh para peneliti di Columbia University Mailman School of Public Health, Ludwig Maximilian University, dan rekan peneliti lain menunjukkan bahwa ada berbagai kondisi kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Cell.

"Setiap hari kita belajar lebih banyak tentang bagaimana paparan polutan di udara, air, tanah, dan makanan berbahaya bagi kesehatan manusia," kata penulis senior Andrea Baccarelli, MD, Ph.D., ketua Ilmu Kesehatan Lingkungan di Columbia Mailman School seperti yang dikutip dari Medical Xpress.

"Dalam makalah ini, kami memberikan kerangka kerja untuk memahami mengapa campuran kompleks dari paparan lingkungan membawa penyakit serius bahkan meski dari konsentrasi yang relatif sederhana," imbuhnya. 

Melansir dari Medical Xpress, berikut dampak polusi pada kesehatan, antara lain:

1. Stres oksidatif dan peradangan: Kondisi ini terjadi pertahanan antioksidan habis, peradangan, kematian sel, dan kerusakan organ terjadi.

2. Perubahan dan mutasi genom: Akumulasi kesalahan DNA dapat memicu kanker dan penyakit kronis lainnya.

3. Perubahan epigenetik: Perubahan epigenetik mengubah sintesis protein yang bertanggung jawab atas perkembangan masa kanak-kanak dan fungsi tubuh yang teratur.

4. Disfungsi mitokondria: Kerusakan pada pembangkit listrik seluler dapat mengganggu perkembangan manusia dan berkontribusi pada penyakit kronis.

5. Gangguan endokrin: Bahan kimia yang ditemukan di lingkungan, makanan, dan produk konsumen kita mengganggu regulasi hormon dan berkontribusi pada penyakit.

Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

6. Komunikasi antar sel yang berubah: Reseptor pensinyalan dan cara lain yang digunakan sel untuk berkomunikasi satu sama lain, termasuk transmisi saraf.

7. Komunitas mikrobioma berubah: Ketidakseimbangan populasi bakteri dan mikroorganisme lain dalam tubuh kita dapat membuat kita rentan terhadap alergi dan infeksi.

8. Gangguan fungsi sistem saraf: Partikel mikroskopis dalam polusi udara mencapai otak melalui saraf penciuman dan dapat mengganggu kognisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harap Dicatat: Polusi Suara Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan

Harap Dicatat: Polusi Suara Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan

Otomotif | Kamis, 04 Maret 2021 | 22:58 WIB

Selain Bau Mulut, Waspada 3 Masalah Kesehatan Ini Jika Malas Menyikat Gigi

Selain Bau Mulut, Waspada 3 Masalah Kesehatan Ini Jika Malas Menyikat Gigi

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 12:00 WIB

Videografis: Gejala Masalah Kesehatan Mental Akibat Pandemi

Videografis: Gejala Masalah Kesehatan Mental Akibat Pandemi

Video | Selasa, 02 Maret 2021 | 13:00 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB