BPOM Setujui Vaksin AstraZeneca, Seberapa Besar Tingkat Efikasinya?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 09 Maret 2021 | 14:35 WIB
BPOM Setujui Vaksin AstraZeneca, Seberapa Besar Tingkat Efikasinya?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Vaksin AstraZeneca telah disetujui untuk penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca telah tiba di Indonesia.

Sebelumnya, vaksin AstraZeneca dikenal sebagai AZD1222 merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin out-nya yaitu Vaccitech.

Suntik vaksin ini akan membuat sistem kekebalan tubuh lebih siap untuk melakukan perlawanan bila SARS-CoV-2 menginfeksi tubuh kemudian hari.

Hasil uji klinis telah mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca mampu 100 persen mencegah terjadinya penyakit Covid-19 yang parah, rawat inap, dan kematian.

Vaksin AstraZeneca dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada kejadian keamanan serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin tersebut.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin AstraZeneca ini untuk orang dengan penyakit penyerta, seperti orang obesitas, punya penyakir kardiovaskular, pernapasan dan diabetes. Karena, mereka berisiko tinggi menderita parah ketika terinfeksi virus corona.

Dosis yang dianjurkan adalah dua dosis yang diberikan secara intramuskular (masing-masing 0,5 ml) dengan selang waktu 8 sampai 12 minggu.

Tapi dilansir dari WHO, penelitian tambahan diperlukan untuk memahami perlindungan potensial jangka panjang setelah suntikan dosis tunggal.

Tingkat efikasi vaksin AstraZeneca

baca juga

Vaksin AZD1222 untuk melawan virus corona Covid-19 memiliki tingkat efikasi 63,09 persen melawan kasus bergejala. Rentang waktu yang lebih lama antara suntikan pertama dan kedua, sekitar 8 hingga 12 minggu berkaitan dengan kemanjuran vaksin.

Sayangnya, belum ada data substantif yang tersedia terkait dengan dampak AZD1222 pada penularan atau pelepasan virus corona Covid-19.

Karena itu, semua orang harus tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai rekomendasi untuk mencegah penularan setelah suntik vaksin.

Adapun protokol kesehatan yang telah terbukti efektif mencegah penularan, termasuk menjaga jarak fisik, mencuci tangan, memakai masker, menjaga keberihan pernapasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giliran Guru Disuntik Vaksin COVID-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti

Giliran Guru Disuntik Vaksin COVID-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti

Batam | Selasa, 09 Maret 2021 | 14:03 WIB

Biar Emak-emak Fans Ikatan Cinta Mau Divaksin, Amanda Manopo Harus Disuntik

Biar Emak-emak Fans Ikatan Cinta Mau Divaksin, Amanda Manopo Harus Disuntik

Jabar | Selasa, 09 Maret 2021 | 13:16 WIB

1.800 ASN di Kemensos Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

1.800 ASN di Kemensos Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

News | Selasa, 09 Maret 2021 | 13:12 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB