Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 10 Maret 2021 | 09:27 WIB
Ilmuwan Temukan Vaksin Pfizer Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona Brasil
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Tes laboratorium telaj menguji efektivitas vaksin Pfizer dalam melawan varian baru virus corona di Brasil. Para ilmuwan menguji darah dari orang-orang yang telah diberi suntikan vaksin Pfizer.

Mereka menemukan bahwa darah tersebut mampu menteralkan versi rekayasa virus yang mirip dengan strain P1 Covid-19.

Studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, juga menunjukkan kemampuan vaksin Pfizer untuk mengatasi varian baru virus corona itu setara dengan kemampuannya melawan varian aslinya.

Temuan baru dari vaksin Pfizer oleh Universitas of Texas Medical Brach ini pun diharapkan bisa meredakan kekhawatiran masyarakat mengenai varian baru virus corona Brasil.

Karena dilansir dari The Sun, varian baru virus corona itu dinyakini lebih menular sebab mengandung mutasi yang membuatnya mampu menetralkan antibodi dan menyebabkan infeksi ulang.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Minggu lalu, AstraZeneca telah melaporkan bahwa vasin buanya juga berfungsi melawan varian baru virus corona Brasil.

Data awal yang belum dipublikasikan menunjukkan bahwa vaksin Oxford AstraZeneca itu perlu dimodifikasi untuk melindungi diri dari varian baru virus corona.

Laporan yang bocor ke publik sempat menunjukkan bahwa vaksin kurang efektif melawan varian baru virus corona, tapi hasil akhirnya akan dipublikasikan pada akhir bulan Maret 2021 ini.

Varian BRAZILIAN (P.1) membawa tiga mutasi kunci yang mempengaruhi protein spike.Protein lonjakan adalah bagian dari virus, SARS-Cov-2, yang menempel pada sel manusia dan memungkinkan virus untuk menginfeksi tubuh.

Akibatnya, itu adalah bagian dari virus yang dirancang untuk ditargetkan oleh vaksin Covid-19. Karena itulah, para ilmuwan percaya meskipun suntikan vaksin Covid-19 masih bisa bekerja, tetapi kurang efektif melawan varian baru virus corona Brasil dan Afrika Selatan.

Para ahli pertama kali mendeteksi varian P.1 di Manaus, Brasil utara, pada bulan Desember 2020. Mutasi ini belum diketahui bisa menyebabkan kondisi parah atau tidak, tapi bukti menunjukkan mutasi itu lebih menular.

Ilmuwan Porton Down sedang melakukan banyak analisis untuk mengonfirmasi bukti, yang menunjukkan bahwa strain tersebut tidak menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi atau mempengaruhi vaksin Covid-19.

Sama halnya dengan varian virus corona Afrika Selatan, varian baru virus corona Brasil membawa mutasi pada protein lonjakan yang disebut E484K, yang tidak ada pada strain asli Inggris.

Mutasi E484K ini ditemukan di strain baru virus corona Afrika Selatan dan Bristol. Mutasi E484K dianggap membantu virus melewati perlindungan kekebalan yang terbentuk setelah vaksinasi.

Ilmuwan yang menganalisis hal ini mengatakan mutasi sama varian virus corona Brasil dan Afrika Selatan, nampaknya berkaitan dengan peningkatkan kasus yang lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Corona B117, Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas Libur Isra Miraj

Waspada Corona B117, Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas Libur Isra Miraj

Malang | Selasa, 09 Maret 2021 | 22:41 WIB

Dinkes Kota Jogja Ungkap Banyak Lansia yang Divaksin Terdata Ganda

Dinkes Kota Jogja Ungkap Banyak Lansia yang Divaksin Terdata Ganda

Jogja | Selasa, 09 Maret 2021 | 21:10 WIB

Pemkab Sleman Pastikan Tak Ada Sanksi Bagi Penolak Vaksin Covid-19

Pemkab Sleman Pastikan Tak Ada Sanksi Bagi Penolak Vaksin Covid-19

Jogja | Selasa, 09 Maret 2021 | 20:30 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB