Array

Apa Itu Hipospadia yang Dialami Aprilia Manganang? Ini Penjelasannya

Farah Nabilla Suara.Com
Rabu, 10 Maret 2021 | 12:28 WIB
Apa Itu Hipospadia yang Dialami Aprilia Manganang? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Apa itu Hipospadia - Aprilia Manganang (Instagram)

Suara.com - Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan sosok Aprilia Manganang. Pasalnya, mantan Pemain Timnas Voli putri ini dikabarkan mengalami hipospadia. Lalu, apa itu hipospadia?

Selama ini, mungkin warganet mengetahui Aprilia sebagai seorang pensiunan atlet voli berjenis kelamin perempuan. Namun, diketahui, ternyata dirinya kini berjenis kelamin laki-laki.

Kabar perubahan jenis kelamin atau hipospadia yang dialami Aprilia tersebut disampaikan oleh Jenderal Andika Perkasa selaku Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI.

Jadi, sebenarnya apa itu hipospadia?

Apa itu Hipospadia

Dilansir dari situs RS Universitas Indonesia, hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir pada anak berjenis kelamin laki-laki yang mana perkembangan saluran lubang kemih dan kulit penis menjadi terganggu saat masih berada di dalam kandungan.

Meskipun kasus seperti ini terbilang jarang bagi yang mengalami hipospadia, namun kondisi yang kerap dijumpai yaitu lubang penis yang berada di bagian bawah penis, bentuk penis menekuk ke bagian bawah, serta kulit penis yang berlebihan berada pada bagian atas.

Bagi pengidap hipospadia, mungkin mereka akan mengalami kendala untuk memiliki anak karena kesulitan mengarahkan sperma ke vagina.

Angka kasus hipospadia di setiap negara bervariasi. Kasus ini kemungkinan terjadi 1 per 250-300 kelahiran laki-laki. Kasus tersebut mungkin bisa mengalami peningkatan 13 kali lipat pada laki-laki jika ada saudara atau bahkan orang tuanya juga juga pengidap hipospadia.

Baca Juga: Eks Atlet Voli Nasional Serda Aprilia Manganang Diputuskan Jadi Laki-laki

Apa penyebab hipospadia?

Penyebab hipospadia sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun, para medis menduga faktornya yaitu genetik. Dugaan tersebut beralasan, mengingat kemungkinan kasus hipospadia lebih dominan terjadi pada anak laki-laki yang memiliki saudara laki-laki atau ayah yang juga pengidap hipospadia.

Selain faktor genetik, kesuburan juga menjadi faktor yang diduga penyebab kasus hipospadia. Pada kasus ini, sang ibu mungkin saja memanfaatkan terapi hormon atau menggunakan obat kehamilan.

Kemungkinan bayi laki-laki mengalami hipospadia akan jauh lebih besar jika sang ibu menderita kelebihan berat badan atau obesitas pada usia di atas 35 tahun saat tengah mengandung atau saat lahir prematur.

Pengobatan Hipospadia

Pengobatan hipospadia bisa dilakukan dengan cara operasi atau pembedahan. Operasi ini dilakukan guna mengoreksi bentuk penis agar bisa melakukan buang air kecil secara normal serta mengembalikan fungsi seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI