Jangan Langsung Dimarahi, Begini Cara Atasi Remaja Kecanduan Alkohol

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 10 Maret 2021 | 15:50 WIB
Jangan Langsung Dimarahi, Begini Cara Atasi Remaja Kecanduan Alkohol
Ilustrasi kecanduan alkohol. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua manapun tentu akan terkejut jika tahu anaknya yang masih berusia remaja sudah kecanduan alkohol. Kebanyakan orangtua mungkin akan memarahi anaknya. Tetapi, tindakan itu dianjurkan dokter anak. 

Dokter spesialis anak dr. Rini Sekartini, Sp. A(K)., mengatakan bahwa ada beberapa tanda yang bisa dilihat untuk memastikan anak benar-benar telah kecanduan alkohol

"Anak remaja yang kecanduan alkohol biasanya tercium dari bau alkohol, tampak mabuk, sering terjadi pada saat kasus kecelakaan. Atau ada gejala psikosomatik seperti tidak bisa tidur, cemas, tidak nafsu makan, mual, atau sakit kepala," jelas dokter Rini dalam webinar daring bersama Fakultas Kedokter Universitas Indonesia, Rabu (10/3/2021).  

Hal lainnya juga anak akan kesulitan menyelesaikan tugasnnya sehari-hari. Jika terjadi berbagai kondisi tersebut, dokter Rini mengatakan, patut dicurigai kemungkinan anak telah paparan dengan alkohol. 

Ilustrasi alkohol. (Shutterstock)

Alih-alih memarahinya, dokter Rini menyarankan agar terlebih dahulu melakukan komunikasi efektif dengan anak yang sudah terpapar dengan alkohol. Sangat disarankan juga untuk mencari tahu kondisikesehatan mental pada remaja dengan memberinya berbagai pertanyaan.

"Hati-hati kita harus perhatikan aspek perasaan pasien, terutama remaja itu biasanya mereka tidak ingin masalahnya diketahui oleh keluarga. Hati-hati juga ketika menggali informasi terkait hal-hal yang sensitif (keinginan untuk bunuh diri, perkosaan atau lainnya)," ucap dokter Rini. 

Anak yang sudah kecanduan alkohol juga harus dikelilingi dengan lingkungan yang mendukungnya. 

"Jangan lupa evaluasi berkala, kita lakukan juga pengamatan jangka panjang," tambah dokter Rini.

Bukan tidak mungkin anak remaja bisa terpapar dengan alkohol. Dokter Rini juga mengatakan bahwa usia remaja menjadi periode yang rentan terhadap konsumsi alkohol.

Pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga tercatat bahwa sebanyak 6,5 persen peminum alkohol menjadi peminum berat pada usia 15 tahun. Peminum berat dalam artinya sudah masuk kriteria adiksi atau kecanduan.

Selain itu, 0,8 persen termasuk dalam penyalahgunaan alkohol dalam rentang usia antara 10 sampai 14 tahun. Juga 0,3 persen lainnya konsumsi alkohol usia 15-19 tahun dan sekitar 4 persen peminum alkohol usia 20 sampai 24 tahun. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Kerusakan Otak yang Terjadi Pada Pecandu Alkohol

Ini Kerusakan Otak yang Terjadi Pada Pecandu Alkohol

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 13:30 WIB

Bermain di Alam Turunkan Risiko Masalah Mental Remaja selama Pandemi

Bermain di Alam Turunkan Risiko Masalah Mental Remaja selama Pandemi

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 08:00 WIB

Pelaku Penganiayaan Remaja hingga Tewas di Medan Ngaku Salah Sasaran

Pelaku Penganiayaan Remaja hingga Tewas di Medan Ngaku Salah Sasaran

Sumut | Selasa, 09 Maret 2021 | 14:40 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB