Kontak Seksual Tinggi di Usia Remaja, Kepala BKKBN Ingatkan Vaksinasi HPV

Kamis, 11 Maret 2021 | 09:15 WIB
Kontak Seksual Tinggi di Usia Remaja, Kepala BKKBN Ingatkan Vaksinasi HPV
Ilustrasi vaksin HPV. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker serviks dan kanker ovarium jadi dua jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Padahal penyakit infeksi menular itu bisa dicegah, salah satunya dengan penyuntikan vaksin HPV.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG., mengatakan bahwa kedua kanker itu memang paling banyak ditularkan karena gaya hidup hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

"Kalau kita lihat di sini paling tinggi ovarium dan serviks, hampir semua faktor risiko ada hubungannya dengan seksualitas," kata Hasto dalam webinar 'Vaksin HPV Sebelum Menikah', Rabu (10/3/2021).

Hasto mengatakan bahwa hal itu harus jadi perhatian penting karena perilaku seks benas di Indonesia, terutama oleh remaja, semakin banyak dilakukan.

Sehingga hubungan seks di usia yang masih dini menjadi risiko terjadinya kanker mulut rahim.

Data BKKBN dalam Standar Diagnosasis Keperawatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 tercatat bahwa usia orang Indonesia berhubungan seksual paling banyak terjadi pada rentang 15-19 tahun.

"Oleh karena itu infeksi HPV ini cukup tinggi kejadiannya. Maka kalau kita ingin mencegah kontak seksual di usia dini, sulit. Buktinya semakin tahun juga usianya semakin muda untuk terjadi kontak seksual pada remaja. Sehingga kalau kita ingin mencegah mendewasakan usia kontak seksual, susahnya setengah mati. Kalau mendewasakan usia nikah masih lebih mudah," paparnya.

Program deteksi dini juga, menurut Hasto, hanya berperan kurang dari 10 persen untuk upaya mengurangi angka kasus kanker serviks dan kanker ovarium.

Ia menegaskan bahwa penyuntikan vaksin HPV menjadi upaya paling efektif dan efisien untuk mengurangi jumlah kasus.

Baca Juga: Cegah Stunting, BKKBN Imbau Status Gizi Calon Pengantin Harus Baik

"Kita harus melakukan pencegahan pada mereka dengan cara vaksin, jadi cara yang paling efektif dan efisien untuk pemerintah untuk lakukan pencegahan. Karena upaya lain seperti misalnya melakukan deteksi dini itu kesuksesannya hanya dibawa 10 persen, sudah terbukti," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI