Ilmuwan Kukuh Pandemi Covid-19 Bukan dari Kebocoran Laboratorium di China

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 11 Maret 2021 | 13:38 WIB
Ilmuwan Kukuh Pandemi Covid-19 Bukan dari Kebocoran Laboratorium di China
Ilustrasi laboratorium (Unsplash)

Suara.com - Anggota delegasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikirim ke China masih yakin bahwa pasar basah di Wuhan adalah tempat yang paling mungkin menjadi asal usul pandemi Covid-19.

Empat ilmuwan yang bergabung dalam misi penyelidikan asal usul virus corona Covid-19 mengatakan mereka tidak menemukan bukti yang mendukung teori wabah disebabkan oleh kecelakaan kebocoran laboratorium.

Kepada Chatham House, mereka mengatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Covid-19 sengaja dikembangkan oleh China, dan menyalahkan teori konspirasi karena menunda misi.

Ahli zoologi Peter Daszak, presiden LSM EcoHealth Alliance yang bekerja di bidang penyakit zoonosis, mengatakan tim-nya telah mengidentifikasi hubungan antara pasar basah Wuhan dan daerah di mana ditemukan virus corona 'kerabat' terdekat Covid-19 pada kelelawar.

"Ini menyediakan tautan tentang virus menyebar dari satwa liar ke manusia atau hewan yang dibudidayakan di wilayah tersebut dan kemudian dikirim ke pasar dengan beberapa cara," kata Daszak, dilansir Evening Standard.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Menurutnya, teori SARS-CoV-2 menyebar ke hewan peliharaan atau hewan ternak dan masuk ke pasar basah Wuhan adalah skenario yang dianggap paling mungkin.

"Kami membahas program penelitian, program pengujian rutin, cara kerjanya, apa yang telah mereka lakukan dalam memantau kesehatan dan pengujian staf," ujar Marion PG Koopmans, kepala viroscience di University Medical Center Rotterdam.

Ia menekankan bahwa timnya tidak dapat bekerja atas dasar spekulasi. "Kami bekerja atas dasar observasi yang kami miliki," lanjutnya.

Sementara itu, kepala Pusat Keamanan Kesehatan Global di Chatham House David Heymann mengakui bahwa hipotesis kebocoran laboratorium bukanlah teori konspirasi karena secara umum dapat terjadi.

baca juga

"Tapi teori konspirasi tentang memanipulasi virus di laboratorium inilah yang menjadi dasar keyakinan banyak orang dan saya pikir mungkin tidak ada bukti untuk itu," imbuhnya.

Daszak menyerukan agar ancaman pandemi ditangani dengan tingkat keseriusan yang sama dengan terorisme setelah serangan 11 September atau serangan 9/11.

"Mari kita lihat di mana satwa liar berinteraksi dengan ternak dan manusia, serta lihat apa yang ada di luar sana dan coba cari tahu apa yang bisa muncul di masa depan," papar Daszak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Laboratorium: Golongan Darah A Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19

Studi Laboratorium: Golongan Darah A Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 14:52 WIB

BBTKLPP Luncurkan Mobil Laboratorium Covid-19: Percepat Program 3T

BBTKLPP Luncurkan Mobil Laboratorium Covid-19: Percepat Program 3T

Video | Rabu, 24 Februari 2021 | 18:30 WIB

BBTKLPP Luncurkan Mobil Laboratorium Covid-19, Sehari Bisa Cek 300 Spesimen

BBTKLPP Luncurkan Mobil Laboratorium Covid-19, Sehari Bisa Cek 300 Spesimen

Jogja | Rabu, 24 Februari 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×