Studi: Darah Tinggi di Masa Kehamilan Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Kamis, 11 Maret 2021 | 16:30 WIB
Studi: Darah Tinggi di Masa Kehamilan Tingkatkan Risiko Kematian Dini
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Suara.com - Mengalami tekanan darah tinggi selama masa kehamilan dapat menyebabkan kematian dini akibat penyakit jantung. Hal ini dinyatakan dalam studi yang diterbitkan pada Journal of the American College of Cardiology.

Melansir dari Medicinenet, mengembangkan tekanan darah tinggi selama kehamilan meningkatkan risiko kematian akibat penyeb apapun. 

Peneliti Dr. Jorge Chavarro profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, di Boston bersama timnya mengumpulkan data dari hampir 88.400 perempuan.

Temuan ini menunjukkan bahwa 14 persen perempuan mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Mereka dengan tekanan darah tinggi atau preeklamsia lebih mungkin mengembangkan diabetes gestasional. Selama penelitian yang dilakukan hingga 28 tahun menunjukkan bahwa hampir 2.400 wanita meninggal secara prematur atau mengalami kematian dini. Setidaknya  212 kematian di antaranya diakibatkan penyakit jantung atau pembuluh darah.

Ilustrasi kehamilan. (Shuterstock)
Ilustrasi kehamilan. (Shuterstock)

Selama penelitian yang dilakukan hingga 28 tahun menunjukkan bahwa hampir 2.400 wanita meninggal secara prematur atau mengalami kematian dini. Setidaknya  212 kematian di antaranya diakibatkan penyakit jantung atau pembuluh darah.

Riwayat tekanan darah tinggi atau preeklamsia dikaitkan dengan risiko kematian dini 42 persen lebih tinggi mengalami kematian dini.

Sementara perempuan dengan riwayat tekanan darah tinggi selama kehamilan memiliki lebih dari dua kali risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

"Sangat penting bagi dokter untuk menyadari hubungan antara hipertensi selama kehamilan dan hasil kesehatan yang merugikan dalam jangka panjang," kata Chavarro.

Baca Juga: Secara Tak Sengaja Pria Ini Mendapat Tiga Dosis Vaksin Covid-19, Kok Bisa?

Perempuan dengan kondisi ini perlu melakukan berbagai pencegahan dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. "Konsep intervensi dari gaya hidup, pola makan sehat, dan olahraga adalah pengobatan terbaik untuk mengurangi faktor risiko dan mencegah penyakit kardiovaskular," catat peneliti. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI