Menggunakan Psikologi Perilaku, Program Diet Noom Diklaim Sangat Efektif!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:30 WIB
Menggunakan Psikologi Perilaku, Program Diet Noom Diklaim Sangat Efektif!
Ilustrasi olahraga angkat beban. (Pexels)

Suara.com - Ada banyak program penurunan berat badan yang mengklaim tekniknya akan berhasil. Salah satu program terbaru yang populer adalah diet Noom.

Program Noom mengklaim bahwa psikologi perilaku adalah kunci untuk membantu orang menurunkan berat badannya dalam jangka panjang. Bahkan, pada orang yang belum pernah sukses sekali pun.

Psikologi perilaku bertujuan untuk memahami mengapa orang berperilaku seperti yang mereka lakukan dan menganalisis pola dalam tindakan dan perilakunya.

Berdasarkan The Conversation, berikut metode yang digunakan dalam diet Noom:

1. Penetapan tujuan

Banyak program penurunan berat badan dimulai dengan meminta orang untuk menetapkan tujuan. Penelitian memang telah membuktikan bahwa menciptakan niat sebenarnya memotivasi dalam mengubah perilaku.

Satu tinjauan menyimpulkan penetapan tujuan akan efektif ketika tujuannya menantang, ditetapkan untuk umum, dan merupakan tujuan kelompok.

Misalnya, penelitian lain menemukan orang yang memiliki tujuan besar, seperti menurunkan 20 kilogram dalam tiga bulan, akan kehilangan lebih banyak berat badan daripada yang memiliki tujuan lebih kecil.

Situasi pandemi tidak menyurutkan kebutuhan berolahraga.
Ilustrasi olahraga (Shutterstock)

2. Pemantauan diri

Mengukur berat badan dan apa yang dimakan, dikenal sebagai "pemantauan diri", adalah salah satu strategi paling efektif dari bidang psikologi perilaku untuk menurunkan berat badan.

Pemantauan diri dapat membuat orang lebih sadar tentang apa yang mereka makan dan minum, dan apa efeknya terhadap berat badannya. Pada akhirnya, ini dapat membantu mereka menghindari makan berlebihan.

3. Dukungan sosial

Strategi ketiga adalah mendapatkan umpan balik dan dukungan dari teman, keluarga, atau program yang diawasi. Alasan dukungan sosial membantu adalah karena ini menciptakan rasa akuntabilitas.

Penelitian menunjukkan orang-orang yang melakukan program penurunan berat badan dengan teman atau anggota keluarga lebih cenderung mematuhinya dan menurunkan berat badan lebih banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Kopi Pahit untuk Kesehatan, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!

5 Manfaat Kopi Pahit untuk Kesehatan, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan!

Your Say | Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:31 WIB

Benarkah Sayur Hambat Penurunan Berat Badan ? Cek Disini

Benarkah Sayur Hambat Penurunan Berat Badan ? Cek Disini

Bogor | Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:35 WIB

Ingin Punya Berat Badan Ideal, Ini Kalori yang Dibutuhkan

Ingin Punya Berat Badan Ideal, Ini Kalori yang Dibutuhkan

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:32 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB