Dampak Paparan Bahan Kimia Sehari-hari: Jumlah Sperma Sedikit & Mr P Kecil

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 15 Maret 2021 | 19:00 WIB
Dampak Paparan Bahan Kimia Sehari-hari: Jumlah Sperma Sedikit & Mr P Kecil
Ilustrasi pemeriksaan jumlah sperma [Shutterstock]

Suara.com - Ahli epidemiologi Shanna Swan telah menghabiskan 20 tahun meneliti bagaimana gaya hidup dan lingkungan mengacaukan hormon dan kemampuan reproduksi kita.

Dalam buku barunya, Swan menggunakan penelitiannya untuk menjelaskan bagaimana bahan kimia tak terlihat dalam debu, perekat, dan plastik terkait dengan penurunan jumlah sperma, kecilnya ukuran penis, serta kemampuan reproduksi yang menurun pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi belum lahir.

Menurut Swan, bahan-bahan kimia tersebut menganggu cara cara produksi hormon endokrin di dalam tubuh. Pada akhirnya, gangguan ini dapat menyebabkan obesitas, rendahnya ID, dan kelahiran prematur.

Jika sang ibu telah terpapar bahan kimia tersebut, gangguan produksi endokrin dapat memengaruhi bayi saat tumbuh di dalam rahim. Bahan kimia ini dapat ditalirkan melalui ASI.

Sperma (Freepik)
Sperma (Freepik)

Swan juga menemukan zat tersebut menurunkan reproduksi testosteron, lapor Insider.

Untuk menghentikan efek bahan kimia dan plastik penghambat kesuburan ini, Swan merekomendasikan untuk membatasi paparan racun dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh bahan kimia ini adalah ftalat dan bisphenol. Beberapa perusahaan telah berjanji untuk menghilangkan ftalat dari produk mereka, seperti Annie's.

Ftalat atau ester ftalat merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai plasticizer untuk meningkatkan kelenturan, transparansi, dan daya tahan produk.

Sementara biphenol atau biphenol-A (BPA) merupakan bahan kimia yang biasa ditambahkan ke wadah makanan dan produk kebersihan. Jika ditambahkan dengan senyawa lain akan menghasilkan plastik polikarbonat yang kuat dan tangguh.

Menurut Swan, membeli produk organik dan daging bebas antibiotik, mengurangi penggunaan plastik di dapur, membersihkan debu, dan membuat produk pembersih sendiri dapat mengurangi paparan bahan kimia berbahaya.

"Makan makanan di rumah lebih sering daripada makan di restoran juga dapat mengurangi paparan bahan kimia," kata Swan.

Namun, BPOM AS (FDA) belum sepenuhnya melarang atau membatasi penggunaan ftalat dalam makanan dan kosmetik.

Swan berharap lembaga pemerintah dan perusahaan kimia mulai menanggapi paparan dengan lebih serius, dan berupaya membatasi atau melarang penggunaan zat ini.

"Yang benar-benar kami butuhkan adalah industri kimia mengadopsi versinya sendiri dari sumpah Hipokrates, 'pertama, jangan membahayakan,'" tulis Swan dalam bukunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Ada Lebih dari 100 Bahan Kimia Berbahaya dalam Mainan Plastik Anak

Studi: Ada Lebih dari 100 Bahan Kimia Berbahaya dalam Mainan Plastik Anak

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 17:06 WIB

Merusak Otak Bayi, Ilmuwan Desak Pelarangan Penggunaan Bahan Kimia Ftalat

Merusak Otak Bayi, Ilmuwan Desak Pelarangan Penggunaan Bahan Kimia Ftalat

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 11:30 WIB

Anti Vaksin karena Ogah Ada Bahan Kimia di Tubuh, Pria Ini Diskakmat Publik

Anti Vaksin karena Ogah Ada Bahan Kimia di Tubuh, Pria Ini Diskakmat Publik

Hits | Jum'at, 15 Januari 2021 | 09:15 WIB

Terkini

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB