Studi: Ada Lebih dari 100 Bahan Kimia Berbahaya dalam Mainan Plastik Anak

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 09 Maret 2021 | 17:06 WIB
Studi: Ada Lebih dari 100 Bahan Kimia Berbahaya dalam Mainan Plastik Anak
ilustrasi mainan anak-anak (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan risiko potensial dari bahan kimia yang digunakan dalam mainan plastik terhadap anak-anak sangat luas.

Dalam studi internasional yang dilakukan Technical University of Denmark (DTU), peneliti menemukan ada 100 komposisi bahan kimia berbahaya dalam mainan plastik yang dapat menimbulkan risiko kesehatan pada orang yang terpapar, terutama anak-anak.

"Dari 419 bahan kimia yang ditemukan dalam mainan berbahan plastik keras, lunak, dan berbusa, kami mengidentifikasi 126 zat yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak baik melalui efek kanker atau nonkanker," jelas peneliti Peter Fantke dari Technical University of Denmark (DTU).

Fankte, dilansir Science Alert, menyebutkan bahan kimia tersebut termasuk 31 peliat atau plasticizer, 18 penghambat nyala, dan 8 pengharum.

Peneliti mengatakan tidak ada pendekatan konsisten secara internasional meski ada undang-undang penggunaan bahan kimia tertentu yang berpotensi racun dalam mainan plastik. Perlindungan saat ini pun tidak secara memadai dalam melarang bahan berbahaya tersebut.

Ilustrasi bola mainan.[Unsplash/Mel Elías]
Ilustrasi bola mainan.[Unsplash/Mel Elías]

"Peraturan yang ada biasanya berfokus pada bahan kimia tertentu (misalnya ftalat, penghambat api brominasi, dan logam) sementara ini tidak mencakup berbagai zat kimia yang ditemukan dalam mainan plastik," tulis peneliti.

Selain itu, sambungnya, ada beberapa bahan beracun dan terlarang yang masih ditemukan.

Dalam hal ini, peneliti mengatakan orang tua lah yang paling berperan dalam menindaklanjuti hasil studi ini. Hal yang dapat mereka lakukan adalah menghentikan pembelian mainan plastik untuk anak-anak emreka.

"Cara yang efisien dan praktis untuk mengurangi paparan bahan kimia dalam mainan plastik adalah dengan mengurangi jumlah mainan baru," saran para peneliti.

baca juga

"Ini juga didukung oleh studi terbaru yang menunjukkan kualitas bermain anak-anak terpengaruh secara negatif oleh banyaknya mainan, dan mainan yang lebih sedikit dapat membantu balita untuk lebih fokus dan lebih kreatif," tandas peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Ketika Mainan Plastik Berumur 60 Tahun Ditemukan Utuh di Pantai

Miris, Ketika Mainan Plastik Berumur 60 Tahun Ditemukan Utuh di Pantai

News | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 18:46 WIB

Glenn Alinskie Jauhkan Anaknya dari Mainan Plastik, Ternyata Ini Bahayanya

Glenn Alinskie Jauhkan Anaknya dari Mainan Plastik, Ternyata Ini Bahayanya

Health | Selasa, 20 Agustus 2019 | 14:04 WIB

Surat Bocah Ini Bikin McDonald's Bakal Setop Beri Mainan Plastik Happy Meal

Surat Bocah Ini Bikin McDonald's Bakal Setop Beri Mainan Plastik Happy Meal

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 16:40 WIB

Terkini

Korupsi Miliaran hanya Dipenjara 2 Tahun, Gus Muhdlor Kini Asyik Mancing dan Naik Gunung

Korupsi Miliaran hanya Dipenjara 2 Tahun, Gus Muhdlor Kini Asyik Mancing dan Naik Gunung

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 10:39 WIB

Prabowo Mau Sekolah hingga Universitas Negeri Gratis, Bagaimana Skemanya?

Prabowo Mau Sekolah hingga Universitas Negeri Gratis, Bagaimana Skemanya?

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:39 WIB

Jurnalis Kepresidenan Iran Dilarang Liputan di Sidang Majelis Umum PBB, Ada Apa?

Jurnalis Kepresidenan Iran Dilarang Liputan di Sidang Majelis Umum PBB, Ada Apa?

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:39 WIB

Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon

Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 10:33 WIB

4 Boks Bukti Dugaan Pungli Disita dari Kantor hingga Rumah Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang

4 Boks Bukti Dugaan Pungli Disita dari Kantor hingga Rumah Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:32 WIB

Kebakaran Kontainer Berbahaya, NPCT1 Minta Maaf

Kebakaran Kontainer Berbahaya, NPCT1 Minta Maaf

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 10:31 WIB

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 10:30 WIB

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

Mau Cari Emas Secara Legal? Begini Cara Urus Izin Pertambangan Rakyat di Riau

Mau Cari Emas Secara Legal? Begini Cara Urus Izin Pertambangan Rakyat di Riau

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 10:24 WIB

Acne Patch Dipakai Berapa Lama? Ini Cara Kerja dan Durasi Penggunaannya

Acne Patch Dipakai Berapa Lama? Ini Cara Kerja dan Durasi Penggunaannya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 10:24 WIB

×