Studi: Hormon Perempuan Mungkin Selamatkan Pria dari Covid-19

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Jum'at, 19 Maret 2021 | 18:03 WIB
Studi: Hormon Perempuan Mungkin Selamatkan Pria dari Covid-19
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Virus corona Covid-19 secara tidak proporsional lebih memengaruhi pria ketimbang perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh masalah hormon yang memengaruhi keduanya.

Oleh karena itu, sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan  hormon seperti progesteron  (hormon perempuan) dapat meningkatkan kondisi pria yang dirawat dengan Covid-19. Studi ini disusun oleh para peneliti dari Cedars-Sinai yang diterbitkan online di jurnal Chest mendukung hipotesis ini.

Melansir dari Medical Xpress, uji klinis percontohan yang melibatkan 40 pria yang menggunakan perawatan progesteron untuk mengobati Covid-19 terutama pada pria yang fungsi paru-parunya telah terganggu oleh virus corona. Meskipun temuan ini cukup menjanjikan, penelitian dengan skala lebih besar masih diperlukan.

"Studi ini dipicu oleh berbagai laporan bahwa pria berisiko lebih tinggi terhadap kematian dan penyakit parah akibat Covid-19 daripada perempuan," kata Sara Ghandehari, MD, direktur Rehabilitasi Paru di Institut Paru-Paru Serikat Wanita di Cedars-Sinai.

"Sebagai dokter ICU, saya dikejutkan oleh perbedaan jenis kelamin di antara pasien Covid-19 yang sakit parah, tetap di rumah sakit dan membutuhkan ventilator," imbuhnya.

Selain itu, beberapa penelitian yang dipublikasikan menunjukkan bahwa perempuan sebelum menopause (umumnya memiliki kadar progesteron lebih tinggi) memiliki penyakit Covid-19 yang lebih ringan daripada perempuan pascamenopause, yang memiliki kadar progesteron lebih rendah.

Sementara tubuh pria dan perempuan secara alami sama-sama menghasilkan progesteron, namun perempuan menghasilkan lebih banyak hormon ini selama tahun-tahun reproduksi.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Ghandehari berhipotesis bahwa perbedaan gender dalam hasil penyakit sebagian mungkin disebabkan oleh efek perlindungan dari hormon progesteron. Secara khusus, studi praklinis di tempat lain menunjukkan progesteron memiliki sifat anti-inflamasi tertentu.

Temuan ini menunjukkan bahwa progesteron mungkin berguna dalam meredam respons imun berlebih yang dikenal dengan badai sitokin.

baca juga

"Penelitian lebih lanjut diperlukan pada populasi  dalam skala yang lebih besar dan lheterogen, termasuk wanita pascamenopause dan di pusat perawatan lain untuk menetapkan tingkat kemanjuran klinis dan untuk menilai masalah keamanan potensial lainnya dari pendekatan pengobatan ini," kata Ghandehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Vaksin Covid-19 Terbatas, Warga Bengkayang Diminta Bersabar

Jumlah Vaksin Covid-19 Terbatas, Warga Bengkayang Diminta Bersabar

Kalbar | Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:29 WIB

19 Maret: Positif Corona Naik Jadi 1.450.132 Orang, Meninggal 39.339 Jiwa

19 Maret: Positif Corona Naik Jadi 1.450.132 Orang, Meninggal 39.339 Jiwa

News | Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:23 WIB

Dokter AS Prediksi Pandemi Virus Corona akan Berakhir April-Mei 2021

Dokter AS Prediksi Pandemi Virus Corona akan Berakhir April-Mei 2021

Health | Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:20 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB