3 Kelompok Orang Ini Paling Berisiko Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 24 Maret 2021 | 19:10 WIB
3 Kelompok Orang Ini Paling Berisiko Alami Efek Samping Vaksin Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, vaksin Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Suntik vaksin Covid-19 memang bisa menimbulkan beragam efek samping, yang menandakan tubuh merespons baik untuk pembentukan antibodi.

Adapun efek samping vaksin Covid-19 biasanya meliputi, demam, kelelahan, mual hingga nyeri badan yang banyak dialami orang setelah vaksinasi. Tapi, ada pula yang mengalami gatal-gatal, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan.

Meskipun prevalensi efek samping pasca vaksinasi tidak disembunyikan dari mata publik, ada beberapa orang yang lebih rentan mengalami efek samping ini.

Berikut ini dilansir dari Times of India, ada 3 kelompok orang yang paling mungkin mengalami efek samping setelah inokulasi.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

1. Wanita

Menurut sebuah penelitian baru, wanita lebih rentan mengalami efek samping vaksin Covid-19 daripada pria. Studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), telah melihat data dari 13,7 juta suntikan vaksin Covid-19 pertama yang bisa diberikan ke orang-orang dari berbagai usia.

CDC menemukan 79 persen orang yang mengalami efek samping adalah wanita. Padahal hanya 60 persen wanita yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Berdasarkan penelitian, 19 wanita yang mendapatkan suntikan vaksin Moderna melaporkan reaksi merugikan. Sementara, 44 persen wanita mengeluhkan reaksi anafilaksis akibat vaksin Pfizer.

2. Orang yang pernah menderita Covid-19

Menurut aplikasi studi gejala Covid-19 Zoe, sekitar sepertiga orang yang pernah menderita virus corona Covid-19 telah mendapatkan suntikan vaksin Pfizer.

Mereka mengaku mengalami efek samping di seluruh tubuhnya, termasuk menggigil. Sedangkan, hanya 19 persen orang yang belum pernah terinfeksi virus corona mengalami efek samping setelah vaksin Covid-19 Pfizer.

3. Anak muda

Data yang sama juga menunjukkan bahwa prevalensi efek samping pasca vaksinasi lebih tinggi di antara anak muda. Menurut sebuah penelitian oleh Indian Medical Association (IMA) cabang Kochi, efek samping vaksin Covid-19 lebih umum di antara orang yang lebih muda dibandingkan orang tua.

Studi itu menganalisis sekelompok 5.396 orang yang berusia 20-29 tahun dan 80-90 tahun. Frekuensi gejala yang dialami oleh kelompok usia muda adalah 81 persen setelah vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Menyusui Usai Suntik Vaksin Covid-19? Ini Faktanya!

Bolehkah Menyusui Usai Suntik Vaksin Covid-19? Ini Faktanya!

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:25 WIB

Hong Kong Tangguhkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer, Kenapa?

Hong Kong Tangguhkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer, Kenapa?

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 17:50 WIB

Ini Tiga Kelompok Paling Rentan Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Ini Tiga Kelompok Paling Rentan Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB