Alami Kegemukan Selama Pandemi? 2 Hal Ini Jadi Penyebab Utamanya

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 25 Maret 2021 | 11:53 WIB
Alami Kegemukan Selama Pandemi? 2 Hal Ini Jadi Penyebab Utamanya
Ilustrasi kegemukan selama pandemi. (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah orang diperkirakan mengalami kegemukan atau kenaikan berat badan rata-rata 0,5 kg per bulan selama masa penguncian akibat pandemi Covid-19 pada Maret dan April tahun lalu.

Penelitian dilakukan oleh Universitas California untuk mengamati hampir 7.500 pengukuran berat badan dari 269 peserta antara 1 Februari sampai 1 Juni 2020. Para peserta merupakan bagian dari Health eHeart Study Amerika Serikat dan menjalani pengukuran berat badan dengan timbangan pintar yang terhubung dengan Bluetooth.

"Rata-rata, berat badan mereka naik sekitar 0,6 pon (0,2 kg) setiap 10 hari atau 1,8 pon (0,8 kg) per bulan selama masa penguncian," kata ahli jantung Dr. Gregory Marcus, salah satu penulis penelitian dan profesor kedokteran di The University of California, San. Francisco.

Menurut para peneliti, penambahan berat badan ini tidak dipengaruhi dengan lokasi geografis seseorang. Dalam penelitian yang diterbitkan di JAMA Network Open itu disebutkan bahwa selama orang mengurung diri di dalam rumah telah menurunkan jumlah langkah hariannya dan meningkatkan konsumsi makanan berlebih.

Kedua faktor itu yang menurut para ahli jadi penyebab utama peningkatan berat badan selama pandemi. Selama penguncian, banyak yang beralih ke makanan berkalori tinggi seperti permen atau pizza untuk menghilangkan stres saat tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Terlebih karena bekerja dari rumah memungkinkan dapur mudah dijangkau sepanjang hari untuk mengakses makanan.

Sebagaimana pandemi telah mengubah kebiasaan makan, hal itu juga berdampak pada kebiasaan olahraga, kata Dr. Caroline Apovian, wakil direktur Pusat Manajemen Berat dan Kesehatan di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston.

Orang-orang yang biasa berolahraga di gym jadi kehilangan akses. Juga aktivitas fisik harian, seperti berjalan dari tempat parkir ke kantor, beberapa orang tidak mendapatkan lagi melakukannya selama pandemi.

"Makan adalah salah satu kesenangan hidup, dan pandemi itu sangat membuat stres. Dapat dimengerti bahwa kami makan lebih banyak makanan yang menenangkan, lebih sering, dan dalam jumlah yang lebih banyak," ucapnya dikutip dari CNN.

Namun, penting untuk menyadari konsekuensi kesehatan akibat makan berlebuh. Indeks massa tubuh atau BMI yang tinggi mungkin tidak mempengaruhi syarat kesehatan untuk mendapatkan vaksin Covid-19, tetapi bukan berarti tubuh sehat.

baca juga

Jika kenaikan berat badan terjadi secara signifikan dan permanen, kemungkinan akan terjadi dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

"Artinya, ada konsekuensi kesehatan lain yang tidak diinginkan terkait dengan pandemi yang dapat memperumit situasi yang sudah berisiko," katanya.

Kondisi itu karena obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit parah akibat Covid-19, dengan obesitas berpotensi melipatgandakan risiko rawat inap karena Covid-19, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Peran Otak dalam Peningkatan Nafsu Makan

Peneliti Temukan Peran Otak dalam Peningkatan Nafsu Makan

Health | Rabu, 24 Februari 2021 | 19:25 WIB

Cara Menjaga Kesehatan, Hindari Makanan Olahan di Tengah Pandemi Covid-19

Cara Menjaga Kesehatan, Hindari Makanan Olahan di Tengah Pandemi Covid-19

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Januari 2021 | 07:32 WIB

Berkaitan dengan Hormon, Konsumsi Makanan Olahan Bisa Bikin Gemuk

Berkaitan dengan Hormon, Konsumsi Makanan Olahan Bisa Bikin Gemuk

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 14:20 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×