Studi: Tolak Vaksinasi Covid-19 Tingkatkan Risiko Kematian Suatu Negara

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 27 Maret 2021 | 07:10 WIB
Studi: Tolak Vaksinasi Covid-19 Tingkatkan Risiko Kematian Suatu Negara
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia (lansia) yang berada di atas kendaraan saat vaksinasi COVID-19 dengan sistem 'drive thru'di area parkir Hall C JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Meski program vaksinasi Covid-19 telah dimulai di sejumlah negara, tapi penolakan di masyarakat sendiri masih cukup kuat.

Tapi tahukah bahwa menolak atau menunda vaksin Covid-19 dapat meningkatkan kematian akibat penyakit yang sembilan kali lebih tinggi daripada di populasi lain. Ya, demikian menurut studi. 

Dilansir dari Healthshots, temuan tersebut menyoroti skala risiko yang dihadapi pemerintah dan pejabat kesehatan masyarakat jika mereka tidak memastikan kepercayaan pada imunisasi.

“Mendapatkan vaksinasi adalah pilihan individu; Namun, pilihan ini memiliki konsekuensi sosial, ”kata Daniela Olivera Mesa, salah satu penulis studi, dalam sebuah pernyataan.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa keragu-raguan vaksin dapat berdampak besar pada kesehatan.”

Vaksinator memberikan suntikan vaskin Covid-19 dalam acara vaksinasi massal petugas pelayanan publik, TNI hingga wartawan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (26/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]
Vaksinator memberikan suntikan vaskin Covid-19 dalam acara vaksinasi massal petugas pelayanan publik, TNI hingga wartawan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (26/2/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Potensi risiko sangat akut di negara-negara seperti Prancis, di mana hanya 40 persen orang dalam survei bulan Desember mengatakan mereka akan mendapatkan vaksin Covid jika ditawarkan kepada mereka.

Berdasarkan tingkat skeptisisme saat ini tentang suntikan, Prancis diprediksi mengalami 8,7 kali lebih banyak kematian pada 2021/22 daripada di bawah tingkat penyerapan yang ideal - di mana 98 persen individu berusia 15 tahun ke atas divaksinasi, kata laporan itu.

Jumlah itu  4,5 kali lebih banyak kematian di Jerman, dan 1,3 kali lebih banyak di Inggris, yang memiliki tingkat keragu-raguan terendah di antara negara-negara yang termasuk dalam analisis.

Secara keseluruhan, penulis memperkirakan bahwa bahkan tingkat keraguan yang sedikit pun dapat menyebabkan tambahan 236 kematian per juta orang selama periode dua tahun, dengan asumsi vaksin yang diberikan memiliki kemanjuran 94 persen. Dengan vaksin yang 63 persen efektif, angkanya meningkat menjadi 305 per juta.

baca juga

Hasilnya juga mengasumsikan negara-negara tidak akan kembali ke penguncian atau intervensi non-farmasi serupa untuk membendung penularan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Bobby Nasution Kebut Target Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan

Strategi Bobby Nasution Kebut Target Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan

Sumut | Jum'at, 26 Maret 2021 | 19:36 WIB

AstraZeneca Akan Buat Vaksin Covid-19 yang Disemprot ke Hidung

AstraZeneca Akan Buat Vaksin Covid-19 yang Disemprot ke Hidung

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 19:40 WIB

Fatwa MUI: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Haram Tapi Boleh Dipakai

Fatwa MUI: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Haram Tapi Boleh Dipakai

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus

Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus

Surakarta | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis

Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:49 WIB

Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk

Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa

Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×