alexametrics

Waspada, Ilmuwan Peringatkan Risiko Gelombang Ketiga Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Waspada, Ilmuwan Peringatkan Risiko Gelombang Ketiga Virus Corona Covid-19
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Ilmuwan memprediksi gelombang ketiga virus corona Covid-19 akan terjadi pada Juli 2021.

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan gelombang ketiga pandemi virus corona Covid-19 bisa melanda Inggris, karena kasus infeksi di Eropa terus meningkat.

Baru-baru ini, seorang ilmuwan mengatakan bahwa gelombang ketiga virus corona Covid-19 bisa melanda pada bulan Juli 2021 mendatang.

Calum Semple, Profesor Pengobatan Wabah di Universitas Liverpool mengatakan kemungkinan besar semua orang akan melihat lonjakan kasus virus corona pada orang yang belum suntik vaksin Covid-18 dan lebih rentan terinfeksi.

"Kondisi ini dikhawatirkan terjadi di negara yang menyediakan vaksinasi lebih sedikit, sehingga gelombang ketiga pandemik bisa berkembang lebih baik dan harus menjadi perhatian," kata Calum dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 30 Persen Kurang Efektif Lawan Virus Corona Afrika Selatan

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengatakan bawa orang Inggris sudah bisa mulai merasakan efeknya, dari peningkatan kasus infeksi yang lebih tinggi di seluruh Eropa.

Ilustrasi virus corona Covid-19 [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19 [Shutterstock]

Boris Johnson mengatakan peluncuran vaksin Covid-19 yang terjadi Inggris tidak bisa menjamin negaranya terhindar dari infeksi virus corona Covid-19 gelombang ketiga.

Sejauh ini di Inggris, lebih dari 28,9 juta orang telah menerima suntikan pertama vaksin Pfizer dan vaksin AstraZeneca, Lalu, lebih dari 2,7 juta orang telah menerima suntikan kedua.

Pada Desember 2020, Inggris mengalami peningkatan kasus yang cukup besar, di tengah kekhawatiran penyebaran varian baru virus corona Inggris.

Profesor Tim Spector pun memprediksi akan ada peningkatan kasus virus corona Covid-19 di Inggris pada akhir tahun 2021. Hal itu terjadi ketika varian baru virus corona berkembang cukup baik dan cepat.

Baca Juga: Pola Tidur Buruk Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona Covid-19

Banyak kasus di Eropa diduga disebabkan oleh varian baru virus corona Inggris dan Afrika Selatan. Di samping itu, program vaksinasi Covid-19 yang lambat membuat infeksi virus corona terus meningkat.

Komentar