LIlin Aromaterapi Bisa Meredakan Stres, Tapi Tidak Jika Dicampur Wewangian

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 14:22 WIB
LIlin Aromaterapi Bisa Meredakan Stres, Tapi Tidak Jika Dicampur Wewangian
Ilustrasi lilin aromaterapi (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak cara untuk meredakan stres, salah satunya mencium bau lilin aromaterapi. Berbeda dengan lilin biasa, lilin aromaterapi mengandung minyak esensial.

Sebenarnya, tidak ada definisi tunggal dari 'lilin aromaterapi', sehingga produk dapat bervariasi dan kualitas dan potensinya. Beberapa hanya mengandung minyak esensial, sedangkan yang lain mencampurkannya dengan wewangian buatan.

Sebenarnya, dilansir Medical News Today, peneliti belum sepenuhnya menyelidiki potensi manfaat kesehatan dari lilin minyak esensial atau lilin aromaterapi ini.

Namun, minyak esensial tertentu dapat membantu meredakan stres. Selain itu, sebuah studi 2019 menunjukkan bahwa menghirup minyak esensial lavender dapat mengurangi kecemasan.

Lilin aromaterapi (Shutterstock)

Bukti awal juga menunjukkan bahwa beberapa minyak esensial lain juga dapat meredakan stres. Seperti:

  • Aroma bunga clary sage: Sebuah penelitian kecil pada wanita menopause menemukan clary sage mengurangi kadar kortisol. Kortisol adalah salah satu hormon yang terlibat dalam respons stres tubuh.
  • Aroma bunga bergamot: Studi kecil lainnya pada wanita menunjukkan bergamot mengurangi emosi negatif, kelelahan, dan kadar kortisol saliva.
  • Aroma bunga kenanga: Sebuah studi percontohan pada 2014 menemukan orang yang menghirup bunga kenanga selama 30, 60, dan 90 hari merasakan harga diri yang lebih tinggi.

Tetapi, karena penelitian ini memiliki jumlah peserta yang kecil dan tidak menggunakan lilin sebagai metode hirup, tidak jelas apakah manfaat ini juga berlaku untuk orang yang menggunakan lilin aromaterapi secara umum.

Efek menenangkan dari lilin mungkin karena asosiasinya dengan relaksasi.

Sayangnya, efeknya tidak sama dengan lilin aromaterapi yang dicampur dengan wewangian buatan. Studi pada 2016 menemukan 34,7% orang mengalami efek merugikan akibat paparan wewangian buatan, seperti migrain, sakit kepala, serangan asma, kesulitan bernapas, dan dermatitis otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antara Diffuser atau Lilin Aromaterapi, Mana yang Lebih Baik?

Antara Diffuser atau Lilin Aromaterapi, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle | Jum'at, 29 Januari 2021 | 11:23 WIB

Tak Cuma Lilin Aromaterapi, Gwyneth Paltrow Rilis Deodoran Aroma Vagina

Tak Cuma Lilin Aromaterapi, Gwyneth Paltrow Rilis Deodoran Aroma Vagina

Lifestyle | Minggu, 20 September 2020 | 13:20 WIB

Tidak Selalu Menenangkan, Lilin Aromaterapi Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Tidak Selalu Menenangkan, Lilin Aromaterapi Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 14:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB