Penduduk Inggris Bisa Lakukan Tes Cepat Covid-19 Dua Kali dalam Seminggu

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 05 April 2021 | 12:49 WIB
Penduduk Inggris Bisa Lakukan Tes Cepat Covid-19 Dua Kali dalam Seminggu
Ilustrasi: Penduduk Inggris Bisa Lakukan Tes Cepat Covid-19 Dua Kali dalam Seminggu [Daniel Leal-Olivas/AFP]

Suara.com - Pemerintah Inggris menyediakan tes Covid-19 dua kali seminggu untuk seluruh penduduk Inggris.

Tes dilakukan menggunakan alat aliran lateral, yang dapat memberikan hasil dalam waktu sekitar 30 menit. Alat tersebut akan tersedia secara gratis di lokasi pengujian yang disediakan, apotek, dan kantor pos.

Metode tes juga sudah ditawarkan kepada anak-anak sekolah dan keluarganya, serta pekerja yang terpaksa harus meninggalkan rumah.
Pemerintah Inggris menilai rencana itu akan bermanfaat untuk menekan wabah Covid-19 yang tak kunjung usai. Tetapi sebagian justru mengkritik program tersebut dan berisiko jadi pemborosan uang.

Program tersebut disampaikan ketika Perdana Menteri Boris Johnson akan bertemu kabinet untuk menandatangani tahap pelonggaran penguncian berikutnya di Inggris pada 12 April mendatang.

Boris Johnson menyetujui program tes cepat tersebut. Rencananya tes virus corona itu akan dimulai pada 9 April.

"Saat kami terus membuat kemajuan yang baik dalam program vaksin dan secara hati-hati mengurangi pembatasan yang sedang berjalan, pengujian cepat yang teratur bahkan lebih penting untuk memastikan upaya tersebut. Ini tidak disia-siakan" kata Boris dikutip dari BBC.

Tes cepat yang dapat dilakukan dari rumah itu ditujukan bagi orang-orang yang tidak memiliki gejala Covid-19 apa pun. Pemerintah sebelumnya lebih dulu memperkenalkan pengujian alat tes lateral untuk anak-anak sekolah menengah dan staf pengajar, untuk membuka kembali kelas di Inggris pada Maret.

Kemudian pada Februari, skema tersebut diperluas ke keluarga dari semua anak usia sekolah dan perguruan tinggi di Inggris. Juga ditawarkan kepada orang yang tidak dapat bekerja dari rumah karena pandemi, sehingga dapat dites Covid-19 dua kali seminggu.

Ada sekitar 250.000 tes cepat sehari yang dilakukan pada pertengahan Februari, meningkat jadi lebih dari satu juta sehari pada akhir Maret.

Direktur respons strategis Covid-19 di Public Health England Dr Susan Hopkins mengatakan, pengujian cepat mungkin akan menemukan kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Sehingga dapat membantu memutus rantai penularan dan menekan penyebaran varian atau mutasi virus corona.

Menteri Kesehatan Matt Hancock juga menyampaikan bahwa sekitar satu dari tiga orang yang menderita Covid-19 tidak menunjukkan gejala.

"Saat kita membuka kembali penguncian dan melanjutkan kehidupan, pengujian cepat secara teratur akan menjadi fundamental dalam membantu kita dengan cepat menemukan kasus positif dan hentikan wabah," ujar Matt.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar: Ada Varian Baru, Gelombang Pandemi Mendatang Bisa Serang Anak Muda

Pakar: Ada Varian Baru, Gelombang Pandemi Mendatang Bisa Serang Anak Muda

Health | Senin, 05 April 2021 | 12:19 WIB

Kanada Larang Penggunaan Masker Graphene, Ini Potensi Bahayanya

Kanada Larang Penggunaan Masker Graphene, Ini Potensi Bahayanya

Health | Senin, 05 April 2021 | 12:29 WIB

Ribuan Orang Keluar Kota Saat Libur Paskah, Satgas: Waspada Ledakan Corona

Ribuan Orang Keluar Kota Saat Libur Paskah, Satgas: Waspada Ledakan Corona

News | Senin, 05 April 2021 | 07:47 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB