Studi: Masker Berlapis Lebih Efisien dalam Menyaring Partikel Virus

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 06 April 2021 | 19:08 WIB
Studi: Masker Berlapis Lebih Efisien dalam Menyaring Partikel Virus
Ilustrasi memakai masker. (Pexels)

Suara.com - Mengenakan masker dapat melindungi diri Anda dan orang lain dari penyebaran Covid-19. Tetapi, jenis bahan dan jumlah lapisan kain yang digunakan dapat memengaruhi risiko paparan secara signifikan, demikian temuan sebuah studi dari Georgia Institute of Technology.

Studi ini mengukur efisiensi filtrasi partikel submikron yang melewati berbagai bahan masker yang berbeda. Sebagai perbandingan, rambut manusia berdiameter sekitar 50 mikron, sedangkan 1 milimeter berukuran 1.000 mikron.

“Partikel submikron dapat bertahan di udara selama berjam-jam dan berhari-hari, tergantung pada ventilasi. Jadi jika Anda memiliki ruangan yang tidak berventilasi atau berventilasi buruk, maka partikel kecil ini dapat bertahan di sana untuk jangka waktu yang sangat lama,” kata Nga. Lee (Sally) Ng, profesor dari Sekolah Teknik Kimia dan Biomolekuler.

Studi tersebut dilakukan selama musim semi 2020, ketika pandemi memicu penutupan global sebagian besar institusi. Masyarakat menghadapi kekurangan masker, mendorong banyak orang untuk membuat masker sendiri. Georgia Tech dengan cepat menyiapkan studi tersebut karena sudah memiliki "sistem yang hebat untuk menguji efisiensi filtrasi menggunakan instrumen yang ada di lab," kenang Ng.

Temuan studi ini digunakan untuk membentuk rekomendasi masker wajah buatan sendiri, dengan temuan studi komprehensif yang diterbitkan pada 22 Maret di jurnal Aerosol Science and Technology.

Secara keseluruhan, para peneliti menguji 33 bahan berbeda yang dapat diakses secara komersial, termasuk kain tenun satu lapis seperti katun dan poliester tenunan, kain campuran, bahan bukan tenunan, bahan berbasis selulosa, bahan yang biasa ditemukan dan digunakan di rumah sakit, dan berbagai bahan filter.

"Kami belajar bahwa ada banyak variabilitas dalam kinerja filtrasi bahkan dalam jenis material yang sama," kata Ng, seperti dilansir dari laman Eurekalert.

"Kami menemukan bahan yang tersedia secara komersial yang memberikan tingkat penolakan partikel submikron yang dapat diterima sambil tetap mempertahankan hambatan aliran udara yang mirip dengan masker bedah," kata Ryan Lively, seorang profesor di Sekolah Teknik Kimia dan Biomolekuler.
"Bahan-bahan ini menggabungkan kepadatan serat kain, struktur seperti labirin, dan kimia permukaan serat untuk secara efektif menolak partikel submikron," katanya.

Bahan terbaik untuk masker buatan sendiri adalah tirai anti tembus pandang dan pembungkus sterilisasi yang banyak digunakan untuk mengemas instrumen bedah. Kedua bahan tersebut tersedia secara komersial.

baca juga

Para peneliti mengatakan orang harus menghindari penggunaan filter seperti HEPA / MERV atau kantong vakum, kecuali mereka disertifikasi bebas fiberglass, karena seringkali filter seperti itu sendiri dapat melepaskan serat kaca yang dapat dihirup. Bahan lain yang harus dihindari untuk masker termasuk bahan rajutan longgar, felt, fleece, atau tas belanja mengkilap yang bisa digunakan kembali.

Masker berlapis-lapis berkinerja jauh lebih baik daripada masker satu lapis, tetapi orang harus memperhatikan kemampuan bernapas. Masker dua lapis dan tiga lapis yang diuji menunjukkan efisiensi penyaringan keseluruhan sekitar 50% untuk partikel submikron. Penyesuaian masker juga penting karena partikel dapat dengan mudah keluar melalui celah di hidung atau melalui sisi masker.

Analisis menunjukkan bahwa masker yang dipasang dengan benar dan berlapis-lapis menolak 84% partikel yang dikeluarkan oleh seseorang ketika satu orang memakainya. Dua orang yang mengenakan jenis masker ini mengurangi transmisi partikel hingga 96%.

Hasil akhir dari penelitian ini adalah pentingnya pemakaian masker secara universal.

"Cara terbaik untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain adalah dengan mengurangi partikel yang dihembuskan pada sumbernya, dan sumbernya adalah wajah kita," kata Ng, menambahkan.

Dia optimis bahwa temuan ini akan memotivasi orang untuk lebih luas merangkul pemakaian masker jika mereka sakit dan perlu tampil di depan umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Berlapis dan Pemakaiannya Benar, Masker Bisa Lindungi hingga 96 Persen

Asal Berlapis dan Pemakaiannya Benar, Masker Bisa Lindungi hingga 96 Persen

Health | Selasa, 06 April 2021 | 16:25 WIB

Lewat Doodle, Google Ingatkan Pentinya Penggunaan Masker

Lewat Doodle, Google Ingatkan Pentinya Penggunaan Masker

Tekno | Selasa, 06 April 2021 | 06:35 WIB

OOTD Amanda Manopo Capai Setengah Miliar, Harga Maskernya Paling Bikin Syok

OOTD Amanda Manopo Capai Setengah Miliar, Harga Maskernya Paling Bikin Syok

Lifestyle | Senin, 05 April 2021 | 15:42 WIB

Terkini

Menyusuri Jejak Prajurit Diponegoro di Masjid Baiturrahman Kediri

Menyusuri Jejak Prajurit Diponegoro di Masjid Baiturrahman Kediri

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:50 WIB

47 Warga Tangerang Kini Punya Rumah Lebih Layak Berkat Program Bebenah Kampung

47 Warga Tangerang Kini Punya Rumah Lebih Layak Berkat Program Bebenah Kampung

Banten | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Warga Sleman Sindir Pidato Prabowo Lewat Lomba Kupas Bawang, Pedihnya Bikin Menyerah

Warga Sleman Sindir Pidato Prabowo Lewat Lomba Kupas Bawang, Pedihnya Bikin Menyerah

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:32 WIB

5 Cara Reapply Cushion di Tengah Hari di Atas Wajah Berminyak Tanpa Luntur

5 Cara Reapply Cushion di Tengah Hari di Atas Wajah Berminyak Tanpa Luntur

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Resep Rahasia di Ujung Musim Dingin

Resep Rahasia di Ujung Musim Dingin

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus

Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Bantai Yordania 3-0, Garuda Pertiwi Tantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Bantai Yordania 3-0, Garuda Pertiwi Tantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:10 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker Keramik Anti Lengket untuk Nasi Pulen dan Sehat

4 Rekomendasi Rice Cooker Keramik Anti Lengket untuk Nasi Pulen dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:06 WIB

3 Cushion Non Comedogenic Lokal Aman untuk Kulit Gampang Beruntusan dan Jerawat

3 Cushion Non Comedogenic Lokal Aman untuk Kulit Gampang Beruntusan dan Jerawat

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:04 WIB

×