Punya Kista dan Sering Kambuh, Labia Wanita Ini Pernah Dipotong 26 Kali!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 12:59 WIB
Punya Kista dan Sering Kambuh, Labia Wanita Ini Pernah Dipotong 26 Kali!
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita pengguna TikTok @nothanksalex menceritakan kisahnya di mana labia (bibir vagina pada vulva) sudah dipotong 26 kali karena kista.

"Jadi, banyak orang bertanya mengapa aku harus membedah labiaku satu juta kali. Jadi aku akan menjawabnya," ujarnya pada unggahan TikTok.

Gadis tersebut mengatakan bahwa ia rentan terhadap kista Bartholin. Sebenarnya kista ini dapat diatasi sendiri dengan kompres hangat, tetapi kista yang diderita gadis ini selalu kambuh.

Apa itu kista Bartholin?

Ini terjadi ketika penumpukan nanah membentuk benjolan di salah satu kelenjar Bartholin, yang berada di kedua sisi lubang vagina.

Fungsi dari kelenjar Bartholin adalah memproduksi dan mengeluarkan cairan untuk melembapkan vulva.

Gadis ini menjelaskan kista bartholin (TikTok/nothanksalex)
Gadis ini menjelaskan kista bartholin (TikTok/nothanksalex)

Berdasarkan Health, penumpukan di salah satu kelenjar dapat menyebabkan pembukaan saluran tersumbat sehingga memicu infeksi.

Tidak selalu terjadi dalam beberapa hari. Penumpukan cairan dapat terjadi selama bertahun-tahun hingga akhirnya membentuk kista. Tetapi hal ini juga dapat terjadi dalam beberapa hari.

Sebenarnya tidak begitu jelas dari mana kista Bartholin berasal, selain karena penumpukan cairan dan penyumbatan kelenjar.

Tetapi peneliti percaya kelenjar Bartholin dapat terinfeksi oleh bakteri seperti E.coli dan yang menyebabkan infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia.

Kemungkinan kita yang kecil tidak akan terlihat, sehingga akan sulit mendeteksinya. Tetapi jika tumbuh terlalu besar, kita dapat terasa seperti benjolan di dekat lubang vagina dan biasanya hanya satu sisi.

Jika kista tumbuh besar dan terinfeksi, tandanya bisa berupa:

  • Bengkak dan kemerahan.
  • Nyeri saat duduk atau berjalan.
  • Demam (pada wanita yang mengalami sistem kekebalan terganggu).
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan atau tekanan vagina.

Dokter dapat memastikan seseorang memiliki kista Bartholin hanya dengan memeriksa panggul, yang akan mengungkapkan apakah salah satu kelenjar Bartholin lunak dan membesar.

Jika berusia di atas 40 tahun, dokter mungkin menyarankan biopsi sebab benjolan baru mungkin merupakan tanda kanker, meski jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Bentuk Miss V Perempuan yang Menandakan Sehat

5 Bentuk Miss V Perempuan yang Menandakan Sehat

Bali | Jum'at, 26 Maret 2021 | 08:00 WIB

Bentuk Vagina Setiap Wanita Bervariasi, Terlihat Seperti Apa Saja?

Bentuk Vagina Setiap Wanita Bervariasi, Terlihat Seperti Apa Saja?

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 22:00 WIB

Mitos Seputar Labia, Si Bibir Vagina

Mitos Seputar Labia, Si Bibir Vagina

Lifestyle | Senin, 09 Januari 2017 | 22:07 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB