Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 13:13 WIB
Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli memperingatkan bahwa varian baru virus corona Nigeria justru lebih mengkhawatirkan dan lebih memastikan daripada varian Afrika Selatan. Padahal sebelumnya, varian Afrika Selatan telah memicu kekhawatiran setelah adanya peningkatan kasus virus corona di Inggris.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pun mengatakan bahwa ancaman dari varian baru virus corona ini salah satu prioritas utama pemerintah Inggris untuk mengatasi pandemi.

Sebab, meningkatnya jumlah varian baru virus corona pasti akan memengaruhi lamanya pemberlakuan pembatasan sosial di Inggris. Artinya, lockdown akan lebih lama lagi.

Saat ini pun sudah ada 300 kasus varian baru virus corona Nigeria di Inggris. Jumlah ini meningkat 2 kali lipat dari awalnya hanya 150 kasus yang terdeteksi pada Febuari 2021.

Secara keseluruhan, kasus virus corona di Inggris terus menurun dalam beberapa pekan terakhir dan jumlah orang yang meninggal karena virus corona juga menurunkan hampir 50 persen dalam sebulan.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Karena itu, vaksin Covid-19 pun dipuji telah membantu menurunkan tingkat kematian dan kasus infeksi virus corona di Inggris. Apalagi, lebih dari 31,7 juta orang di Inggris sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Meskipun kasus virus corona di Inggris mengalami penurunan, para ahli mengatakan varian baru virus corona Nigeria perlu diwaspadai karena dikhawatirkan bisa meningkat.

Dalam makalah penelitian menunjukkan, varian virus corona Afrika Selatan telah mengalami peningkatan dalam seminggu terakhir. Tapi, kasus varian baru virus corona Nigeria mengalami peningkatan terbesar.

Dalam sepekan terakhir, kasus virus corona Afrika Selatan atau B1351 mencapai lebih dari 470, jumlahnya cukup lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 400 kasus.

Sedangkan, varian virus corona Nigeria B1525 mengalami peningkatan 2 kali lipat dalam sebulan terakhir. Pada akhir Febuari 2021 ada 100 kasus, pada akhir Maret 2021 ada 250 kasus dan sekarang sudah ada 300 kasus.

Para ahli mengkhawatirkan perkembangan varian virus corona Nigeria, karena tingkat kematiannya lebih tinggi dibandingkan varian virus corona lainnya.

Tingkat kematiannya adalah 4,3 persen, sedangkan varian Afrika Selatan adalah 2,2 persen dan varian Inggris 2,3 persen. Saat ini, 12 orang Inggris telah meninggal dunia karena varian virus corona Nigeria dan 9 lainnya karena varian virus corona Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Perbarui Panduan Perjalanan bagi Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

CDC Perbarui Panduan Perjalanan bagi Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 08 April 2021 | 16:23 WIB

Vaksin Pfizer 100 Persen Bisa Ditoleransi Anak Remaja, Ini Buktinya!

Vaksin Pfizer 100 Persen Bisa Ditoleransi Anak Remaja, Ini Buktinya!

Health | Kamis, 08 April 2021 | 15:45 WIB

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Health | Kamis, 08 April 2021 | 15:16 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB