Waspada, Ini Hewan yang Diprediksi Picu Pandemi Mematikan lainnya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 15:50 WIB
Waspada, Ini Hewan yang Diprediksi Picu Pandemi Mematikan lainnya
Kelelawar vampir (Shutterstock)

Suara.com - Ratusan virus yang mengintai hewan dapat memicu pandemi mematikan berikutnya. Demikian menurut sebuah data.

Seperti diketahui, SARS-CoV-2 virus terbaru yang “menyebar” dari hewan ke manusia dan memicu pandemi Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan China.

Hewan inang utama Covid-19 diperkirakan kelelawar, tetapi para ahli belum dapat menentukannya. Sementara virus tersebut juga diketahui telah menginfeksi cerpelai dan singa.

Alat baru bernama SpillOver, yang dibuat oleh The University of California telah memberi peringkat pada virus hewan yang baru ditemukan yang menyebabkan ancaman terbesar.

Para peneliti di balik alat itu mengatakan itu dapat membantu para ilmuwan mengembangkan vaksin sebelum virus dapat menyebar ke populasi umum.

Zoë Grange, yang memimpin pengembangan SpillOver berkata: "SARS-CoV-2 hanyalah satu contoh dari ribuan virus di luar sana yang berpotensi menyebar dari hewan ke manusia.

"Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan, ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi."

Para peneliti membuat skor seperti kredit untuk menentukan seberapa besar kemungkinan virus akan menyebar ke manusia. Ia menggunakan 32 faktor risiko yang terkait dengan virus dan inangnya.

Ini termasuk seberapa sering manusia berinteraksi dengan hewan liar dan berapa banyak spesies hewan yang terinfeksi virus. Sekitar 250 virus dikenal sebagai "zoonosis" dan ini berarti virus telah menyebar dari hewan ke manusia.

Namun para peneliti mengatakan ada beberapa virus yang belum bersifat zoonosis - tetapi berpotensi sama berbahayanya dengan yang di atas.

Waspada, Ini Hewan yang Diprediksi Picu Pandemi Mematikan lainnya. (Dok: PNAS)
Waspada, Ini Hewan yang Diprediksi Picu Pandemi Mematikan lainnya. (Dok: PNAS)

Grafik di atas menunjukkan bagaimana para peneliti menggunakan faktor risiko untuk menentukan apakah virus dapat membuat pandemi atau tidak.

Coronavirus 229E, yang termasuk satu famili dengan Covid-19 yang menginfeksi kelelawar di Afrika adalah salah satunya bersama dengan virus corona bernama PREDICT (Cov-35), yang juga menginfeksi kelelawar di Afrika dan Asia Tenggara.

Diperkirakan lebih dari setengah juta virus lain berpotensi menyebar dari hewan ke manusia.

Alat ini memberi peringkat tiga besar virus zoonosis - dan secara mengejutkan Covid-19 tidak berada di atas.

Tiga teratas adalah:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilas Balik Belanja Ramadan 2020: Banyak Masyarakat Beli Tiket Last Minute

Kilas Balik Belanja Ramadan 2020: Banyak Masyarakat Beli Tiket Last Minute

Lifestyle | Jum'at, 09 April 2021 | 14:00 WIB

Kisah Pak Indra, Dari Sopir Tesla Jadi Sopir Bajaj

Kisah Pak Indra, Dari Sopir Tesla Jadi Sopir Bajaj

Lampung | Jum'at, 09 April 2021 | 11:15 WIB

11 Aturan Buka Bersama dan Sahur on The Road 2021 saat COVID-19 Terbaru

11 Aturan Buka Bersama dan Sahur on The Road 2021 saat COVID-19 Terbaru

Bali | Jum'at, 09 April 2021 | 12:15 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB