Banyak Anak Alami Learnig Loss Selama Pandemi Covid-19, Tapi Apa Sih Itu?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 09 April 2021 | 19:10 WIB
Banyak Anak Alami Learnig Loss Selama Pandemi Covid-19, Tapi Apa Sih Itu?
Suasana sekolah tatap muka di SMAN 21 Makassar, Jumat 9 April 2021 / [SuaraSulsel.id / Humas Pemprov Sulsel]

Suara.com - Selama pandemi Covid-19 banyak anak usia sekolah yang mengalami learning loss. Bahkan hal itu juga diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mereka mengatakan jika penutupan sekolah yang berlangsung sejak Maret 2020 silam sangat mempengaruhi kualitas pendidikan Indonesia.

"Yang paling terkena dampak pandemi adalah terjadinya learning loss terhadap pengalaman belajar, dan kelompok yang paling rentan yaitu keluarga kurang mampu," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balitbang & Perbukuan Kemendibud Ir. Totok Suprayitno, Ph.D, Jumat (9/4/2021).

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SDN 006 Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (23/3/2021).  ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SDN 006 Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Sementara itu jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, siswa melakukan jarak jauh (PJJ) yang memiliki banyak kekurangan, Rythia Afkar, Economist, World Bank memperkirakan presentase learning los meningkat sebanyak 10 persen.

Khususnya learning loss pada anak berusia 10 tahun yang tidak bisa membaca dan tidak mengerti simple teks akan terkena dampak paling parah.

tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan itu learning loss?

Mengutip Ukfiet, learning loss adalah keadaan dimana seseorang atau siswa kehilangan minat belajar, yang sangat berdampak pada pengetahuan dan keterampilan anak secara spesifik akan menurun.

Sejak penutupan sekolah, sudah ada dua pertiga atau 68 persen pelajar di seluruh dunia, yang mengalami learning loss. Setidaknya ada 3 dampak yang bisa terjadi akibat learning loss, seperti sebagai berikut:

1. Waktu belajar berkurang

Akibat waktu belajar berkurang, membuat siswa tidak lagi bersemangat belajar, lantas jadi bolos sekolah dan dan menghambat perkembangan keterampilan siswa.

baca juga

2. Kesenjangan akses pendidikan

Maraknya sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat siswa di perkotaan lebih memiliki previllage atau keuntungan karena fasilitas yang lebih menunjang dibanding di pedesaan, yang akhirnya memicu gap yang semakin berjarak.

3. Banyak anak putus sekolah

Kenyataan ini mengancam siswa atau anak yang terpinggirkan, akibat kehilangan minat belajar, bolos, hingga ketiadaan fasilitas belajar. Akibat tidak pernah hadir, sekolah dan universitas akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan pelajar tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Wajib Sediakan Opsi Belajar Tatap Muka Terbatas setelah PTK Vaksin

Sekolah Wajib Sediakan Opsi Belajar Tatap Muka Terbatas setelah PTK Vaksin

News | Jum'at, 09 April 2021 | 15:31 WIB

Link Pendaftaran IPDN 2021, Buka dikdin.bkn.go.id Dulu dan Cek Syaratnya

Link Pendaftaran IPDN 2021, Buka dikdin.bkn.go.id Dulu dan Cek Syaratnya

News | Jum'at, 09 April 2021 | 15:12 WIB

Anies Buka Sekolah 23 Hari Kelamaan, Epidemiolog: Buat Anak kok Coba-coba

Anies Buka Sekolah 23 Hari Kelamaan, Epidemiolog: Buat Anak kok Coba-coba

News | Jum'at, 09 April 2021 | 13:25 WIB

Terkini

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:27 WIB

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20 WIB

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:15 WIB

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Riau | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:11 WIB

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI

Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor

Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS

Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS

Jawa Tengah | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:58 WIB

×