Vaksinasi Bisa Sebabkan Lengan Kesemutan, Dokter Ungkap Tak Perlu Khawatir

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 14 April 2021 | 11:18 WIB
Vaksinasi Bisa Sebabkan Lengan Kesemutan, Dokter Ungkap Tak Perlu Khawatir
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Beberapa orang mengatakan bahwa mereka merasakan kesemutan di lengan setelah suntik vaksin Covid-19. Namun para ahli menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Kesemutan di jari atau paresthesia, dapat terjadi karena berbagai alasan," kata Dr. Sachin Nagrani M.D., direktur medis perusahaan perawatan kesehatan Heal seperti yang dikutip dari Bustle.

Melansir dari Bustle, paresthesia adalah perasaan aneh di kulit Anda termasuk perasaan tertusuk, menggigil, atau terbakar yang tampaknya tidak memiliki penyebab fisik apapun. "Reaksi sistem saraf terhadap suntikan atau jarum itu sendiri dapat menyebabkan pingsan atau paresthesia untuk sementara waktu setelah vaksin diberikan, ini seharusnya dapat diatasi dengan cepat," imbuhnya.

"Jari kesemutan bukanlah efek samping yang paling banyak dilaporkan setelah menerima vaksin Covid-19," kata Dr. Robert Quigley M.D., direktur medis global di perusahaan mitigasi risiko medis dan keamanan International SOS, kepada Bustle.

Jika Anda takut pada jarum suntik atau pengalaman vaksinasi meningkatkan kecemasan, kondisi tersebut mungkin tingkatkan risiko kesemutan.

"Kecemasan dapat menyebabkan kesemutan pada jari karena nafas yang cepat," kata Dr. Nagrani. Saat Anda bernapas dengan cepat, Anda mungkin mengalami sesuatu yang disebut hiperventilasi, yaitu saat Anda mengeluarkan terlalu banyak karbon dioksida atau CO2.

Hiperventilasi cenderung menyebabkan kesemutan pada ekstremitas Anda karena pembuluh darah Anda menyempit, sehingga darah tidak dapat mencapai jari tangan atau kaki.

Jika kesemutan berlanjut selama lebih dari dua atau tiga hari, kemungkinan penyebabnya adalah suntikan vaksin.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

"Meskipun sangat jarang, suntikan terlalu dalam ke otot dapat menyebabkan cedera pada saraf yang memberikan sensasi pada ujung jari," kata Dr. Quigley. Kondisi ini bisa menyebabkan semacam trauma saraf atau pembekuan darah di otot di sekitar saraf.

baca juga

Dokter Nagrani mengatakan bahwa meskipun Anda merasakan sensasi aneh di jari Anda setelah vaksin Covid-19, kemungkinan kondisi hanya terjadi sementara dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan di masa depan.

"Tidak ada bukti peningkatan risiko kondisi neurologis dari vaksin Covid-19 pada saat ini, dan jutaan orang telah menerimanya sejauh ini yang menunjukkan keamanannya," kata dokter Nagrani.

Kesemutan sendiri tidak dianggap sebagai masalah, tetapi jika Anda mulai mengalami gejala lain yang dapat menunjukkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, bengkak di wajah atau mulut, atau masalah pernapasan, segera hubungi pihak medis. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Disuntik Vaksin Nusantara, IDI: Ganjil dan Terkesan Memaksakan

DPR Disuntik Vaksin Nusantara, IDI: Ganjil dan Terkesan Memaksakan

News | Rabu, 14 April 2021 | 10:43 WIB

Fraksi PDIP Tak Ikut Disuntik Vaksin Nusantara: Uji Klinis Harus Saintifik!

Fraksi PDIP Tak Ikut Disuntik Vaksin Nusantara: Uji Klinis Harus Saintifik!

News | Rabu, 14 April 2021 | 10:14 WIB

Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara

Kasus Pembekuan Darah, Vaksin Johnson & Johnson Ditangguhkan Sementara

Health | Rabu, 14 April 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

×