Perempuan Meninggal Usai Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, CDC Akan Dalami

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 14 April 2021 | 15:16 WIB
Perempuan Meninggal Usai Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, CDC Akan Dalami
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Centers for Disease Control and Prevention, disingkat (CDC) Amerika Serikat saat ini dikabarkan tengah memeriksa kasus seorang perempuan yang meninggal setelah mendapatkan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson.

Perempuan berusia 45 tahun dari Virginia mendapat suntikan awal bulan lalu, kemudian dilarikan ke rumah sakit dua minggu kemudian, pada 17 Maret. Demikian seperti dilansir dari NY Post.

Ia datang dengan keluhan sakit kepala parah dan pendarahan di otak, kata Virginia-Pilot, mengutip data dari sebuah situs Web yang dijalankan pemerintah federal yang memantau reaksi merugikan dari vaksin.

Korban diintubasi dan meninggal keesokan harinya, menurut FDA dan Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin CDC, kata outlet tersebut.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Kedua agensi pada hari Selasa mengumumkan mereka merekomendasikan vaksin J&J setidaknya untuk sementara dicabut dari penggunaan di tengah kekhawatiran tentang pembekuan darah yang berpotensi mematikan.

Enam perempuan di AS antara usia 18 dan 48 mengembangkan pembekuan setelah mendapatkan imunisasi, dengan satu meninggal dan satu lagi dalam kondisi kritis, kata FBI.

Sebagai tanggapan, Gedung Putih mengatakan pusat vaksin yang dikelola federal tidak akan memberikan suntikan untuk saat ini, dan negara bagian, kota, dan apotek segera mengikutinya.

Pejabat kesehatan Virginia mengakui dalam sebuah pernyataan Selasa malam bahwa "Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengkonfirmasi kepada Departemen Kesehatan Virginia (VDH) bahwa mereka sedang memeriksa kematian seorang perempuan Virginia pada bulan Maret sebagai bagian dari penyelidikannya. efek samping merugikan dari vaksin COVID-19 Johnson & Johnson.

“Kematian Virginia dilaporkan ke Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin (VAERS) CDC,” kata negara bagian itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Johnson & Johnson Menyebabkan Penggumpalan Darah Langka, Apa Itu?

Vaksin Johnson & Johnson Menyebabkan Penggumpalan Darah Langka, Apa Itu?

Health | Rabu, 14 April 2021 | 14:50 WIB

Lanjut Terus, Kepala BPOM Ungkap Kemajuan Pembuatan Vaksin Merah Putih

Lanjut Terus, Kepala BPOM Ungkap Kemajuan Pembuatan Vaksin Merah Putih

Health | Rabu, 14 April 2021 | 14:23 WIB

Ahli Virologi: Vaksin AstraZeneca Tak Ampuh Lawan Varian Afrika Selatan

Ahli Virologi: Vaksin AstraZeneca Tak Ampuh Lawan Varian Afrika Selatan

Health | Rabu, 14 April 2021 | 14:16 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB