Ilmuwan Uji Coba Ketahanan Antibodi Penyintas Covid-19 dengan Infeksi Ulang

Senin, 19 April 2021 | 15:21 WIB
Ilmuwan Uji Coba Ketahanan Antibodi Penyintas Covid-19 dengan Infeksi Ulang
Ilustrasi Penyintas Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Ilmuwan Inggris mulai melakukan penelitian terkait infeksi ulang Covid-19 untuk memeriksa respons kekebalan tubuh pada kelompok orang yang terinfeksi kembali jenis virus corona baru tersebut.

Inggris sebelumnya juga menjadi negara pertama yang melakukan uji coba tantangan Covid-19 pada manusia, di mana sukarelawan dibuat sengaja terpapar Covid-19 pada Febuari lalu.

Tetapi penelitian yang baru diluncurkan hari ini berbeda. Karena para ahli berusaha untuk menginfeksi kembali orang-orang yang sebelumnya telah sembuh dari infeksi Covid-19. Ini dilakukan guna memperdalam pemahaman tentang kekebalan tubuh para penyintas setelah kembali terpapar virus corona.

"Informasi dari penelitian ini akan memungkinkan kami merancang vaksin dan perawatan yang lebih baik. Juga untuk memahami apakah orang terlindungi setelah terjangkit Covid-19, serta untuk berapa lama," kata Helen McShane, ahli vaksinasi Universitas Oxford dan kepala peneliti dalam studi tersebut, dikutip dari Channel News Asia.

Dia menambahkan, dari studi itu juga kemungkinan akan diketahui tanggapan imunitas tubuh terhadap infeksi ulang.

Tahap pertama dari uji coba itu akan ditetapkan dosis terendah dari virus corona yang diperlukan agar dapat mulai bereplikasi pada sekitar 50 persen peserta, sambil menghasilkan sedikit atau tanpa gejala. Fase kedua, akan dimulai pada musim panas, untuk menginfeksi relawan yang berbeda dengan dosis standar tersebut.

Pada fase pertama, hingga 64 peserta sehat, berusia 18-30 tahun, yang pernah terinfeksi virus corona setidaknya tiga bulan lalu akan terinfeksi kembali dengan jenis asli SARS CoV-2. Mereka kemudian akan dikarantina setidaknya selama 17 hari dan dipantau. Siapa pun yang mengalami gejala akan diberikan perawatan antibodi monoklonal Regeneron.

Penelitian langsung kepada manusia itu bukan hal baru.  Metode serupa pernah dilakukan selama beberapa dekade lalu untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit seperti malaria, flu, tifus dan kolera. Tujuannya juga untuk mengembangkan pengobatan dan vaksin untuk melawannya.

Baca Juga: Awas! Kasus Covid-19 di Solo Naik Saat Awal Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI