Kasus Covid-19 Naik Tajam, IDI Harapkan Indonesia Belajar dari India

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 21 April 2021 | 13:56 WIB
Kasus Covid-19 Naik Tajam, IDI Harapkan Indonesia Belajar dari India
Ketua Terpilih PB IDI Dr Adib Khumaidi, SpOT saat Webinar Vaksin Covid-19: Program Nasional dan Arah Pemulihan di Daerah. [Tangkapan layar akun Youtube Suaradotcom]

Suara.com - Ketua Umum terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengingatkan Indonesia untuk belajar dari peristiwa lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi di India

Menurut Adib, apa yang terjadi di India tak lepas dari tingginya angka kerumunan masyarakat saat perayaan. Hal serupa juga kerap terjadi di Indonesia, terutama ketika libur panjang atau perayaan hari besar tertentu.

"Ada satu proses aktivitas di masyarakat yang tidak bisa dikontrol. Ada satu ritual di India sehingga banyak bertemu masa, berenang bersama dalam satu ritual. Itu yang saya kira jadi pembelajaran buat kita," kata Adib ditemui Suara.com di kantor PB IDI, Gondangdia, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Terlebih ketika momen Idulfitri yang sebentar lagi tiba. Adib mengingatkan agar sebaiknya masyarakat menghindari aktivitas berkerumun agar lonjakan kasus tidak terjadi di Indonesia.

Naga Sadhus, atau pria suci Hindu berenang di sungai Gangga saat Shahi Snan pada "Kumbh Mela", atau Pitcher Festival, di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Haridwar, India, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/djo
Naga Sadhus, atau pria suci Hindu berenang di sungai Gangga saat Shahi Snan pada "Kumbh Mela", atau Pitcher Festival, di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Haridwar, India, Senin (12/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/FOC/djo

India sebelumnya sempat menjadi referensi Indonesia dalam penanganan Covid-19, lanjut dokter Adib. Menurutnya, India memiliki kemampuan testing yang masif dan didukung dengan sumber daya manusia yang melakukan tracing dalam jumlah besar.

Tetapi, saat penularan virus corona dianggap melandai di India, mobilitas masyarakat langsung meningkat. Dokter Adib berharap hal serupa tidak terjadi di Indonesia yang saat ini disebut laju kasus baru Covid-19 telah menurun.

"Hampir satu juta lebih tracer yang melakukan testing. Artinya konsep testing dan tracing-nya benar-benar dijalankan dengan baik. Ini yang bisa jadi satu contoh buat kita," ucapnya.

Lonjakan kasus di India kini disorot oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kepala WHO Tedros Adhanom bahkan menyebut pekan lalu sebagai fase terburuk penularan Covid-19 di dunia. Di mana dalam sepekan kasus baru bertambah sebanyak 5,2 juta.  

WHO juga menyatakan bahwa penularan virus Corona tengah meningkat, terutama di Asia Selatan yang menjadi wilayah negara India. Lebih dari sepekan terakhir, laporan infeksi harian India di atas 200 ribu kasus per hari. Total kasus di India saat ini telah lebih dari 15 juta infeksi, terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Habib Rizieq Positif Hasil Rapid Antigen di Kediaman Sentul Bogor

Terkuak! Habib Rizieq Positif Hasil Rapid Antigen di Kediaman Sentul Bogor

Bogor | Rabu, 21 April 2021 | 13:46 WIB

Keluarga Dosen UIN Sumut: Almarhum Meninggal Bukan Karena Covid-19

Keluarga Dosen UIN Sumut: Almarhum Meninggal Bukan Karena Covid-19

Sumut | Rabu, 21 April 2021 | 13:42 WIB

Terbongkar! Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi karena Positif Covid-19

Terbongkar! Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi karena Positif Covid-19

Hits | Rabu, 21 April 2021 | 13:41 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB